Apakah Hepatitis B itu?

     Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toksin atau racun karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Virus tersebut antara lain virus hepatitis A, B, C, D, E, dan virus lainnya.

      Penyakit hepatitis yang tidak cepat ditangani akan berubah menjadi kanker hati. Virus hepatitis akan merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan system pencernaan makanan yang menyedot sari makanan yang seharusnya disebarkan ke seluruh tubuh.

       Hepatitis yang biasa terjadi pada penduduk Indonesia adalah hepatitis B. virus hepatitis B ditularkan melalui kontak darah dengan penderita. Misalnya penggunaan jarum suntik bersama penggunaan sikat gigi yang terdapat darah bersamaan dengan penderita hepatitis B, kontak langsung dengan luka berdarah, transfusi darah dan hal lainnya yang berhubungan dengan kontak langsung dengan darah penderita penyakit hepatitis maka akan lebih mudah untuk terkena penyakit hepatitis tersebut. Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayinya selama proses persalinan. Namun hepatitis B juga bisa ditularkan dari orang sehat yang membawa virus ini.

       Jika seorang bayi mengidap hepatitis B sebelum berusia 1 tahun, risiko bayi terseut mengidap hepatitis akut akan lebih besar sekitar 90 persen.  Seitar 25 persen dari kasus hepatitis kronis yang dialami anak-anak, akan berkembang menjadi sirosis (kerusakan pada oragan hati dan pengerutan hati) dan kanker hati.

       Gejala awal hepatitis B relative samar karena hanya ditandai sering merasa pusing danmudah lelah atau lemas. Ada pula yang mengalami keluhan kembung dan linu pada perut kanan. Bahkan pada beberapa jenis hepatitis B kronis, virusnya menetap dulu selama 3 bulan dalam tubuh, setelah itu menginveksi secara perlahan. Gejal penyakit ini biasa muncul setelah kondisinya sudah mulai berat. Selain itu, penyakit hepatitis B cenderung merusak lebih berat dari berbagai jenis infeksi hati lain.  Hepatitis B bisa berkembang dengan cepat dan menjadi sirosis atau radang hati stadiu akhir dimana anya tersisa kurang dari 40 persen bagian hati yang mampu berfungsi.

      Beberapa bagian jaringan hati akan mati fungsi, fungsi menurun sampai sel mati ketika sirosis sudah muncul. Pada bagain mati sel akn terbentuk pengerasan pada hati dan membentuk jaringan parut. Jaringan parut ini dapat berkembang menjadi sel kanker ganas. Dan inilah titik berat kemunculan hepatitis B.

      Penyakit hepatitis B dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Vaksinasi dinilai sangat optimal dan efektif bagi mereka yang teridentifikasi hepatitis B dan mampu memberikan perlindungan kurang lebih 15 tahun. Semua bayi yang baru lahir sampai usianya 18 tahun wajib diberikan vaksin hepatitis sebagai upaya perlindungan dan pencegahan terhadap risiko infeksi divaksinasi.

      Semua anak, remaja, dan orang dewasa wajib diberikan vaksin hepatitis. Terutama bagi mereka yang bekerja langsung menangani darah atau produk darah seperti pendonor dan pekerja laboratorium. Mereka yang menggunakan obat terlarang dilarang untuk menggunakan jarum suntik secara bergantian.

 

Karyawan baru Istana