Khasiat Tanaman Cendana Untuk Kesehatan

Gambar terkait

Kita sudah tidak asing lagi dengan kayu cendana yang kayunya terkenal dengan bau harumnya yang biasanya digunakan sebagai aroma terapi. Cendana dengan nama latin Santalum album Linn merupakan tanaman pohon dengan tinggi hingga 15 meter. Kulitnya berkayu kasar dengan warna kelabu. Daunnya sangat mudah gugur. Kayu cendana digunakan karena memiliki aroma wangi yang banyak disukai orang. Cendana mudah tumbuh ditanah yang panas dan kering.

Cendana sendiri sebenarnya merupakan jenis tanaman parasit, yaitu membutuhkan inang untuk dapat tumbuh menjadi besar. Selain digunakan sebagai bahan wangi-wangian seperti bahan parfum, dupa, aroma terapi, dan juga balsem, cendana juga bermmanfaat untuk kesehatan. Kayu cendana juga dapat menghasilkan minyak. Kayu cendana biasanya disuling untuk mendapatkan minyaknya yang diperoleh dari jantung pohon dan akar. Minyak kayu cendana dapat digunakan untuk mengatasi beberapa penyakit.

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis

Cendna memiliki aroma yang harum. Beberapa bahan kimia yang dikandung oleh cendana, di antaranya minyak terbang. Efek farmakologis cendana, di antaranya antiradang, antidisentri, dan emenagogum.

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatanya

Bagian kayu, kulit, dan minyak dapat dimanfatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut :

  • Mengobati Radang Usus.

    Tumbuk kulit kayu cendana secukupnya sampai menjadi serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk kayu cendana lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa setengah gelas. Setelah dingin, saring, llau minum sekaligus 1kali sehari.

  • Mengobati Berak Darah dan Gangguan Pencernaan pada Anak.

    Tumbuk kulit kayu cendana secukupnya sampai menjadi serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk kayu cendna, 1 sendok teh parutan buah pala lalaki (Marystica fatua Houtt.). rebus semua bahan dengan 1 gelas air sampai tersisa setengah gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Kontra indikasi :

Kayu cendana tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui karena kurangnya bukti ilmiah yang tersedia.

Salam Sehat

online istana solo