Muntah / Gumoh Pada Bayi

Image result for gumoh pada bayi

Regurgitasi adalah istilah medis dari gumoh. Gumoh merupakan kasus yang umum terjadi pada bayi dan bukan merupakan gangguan kesehatan khusus yang memerlukan perawatan dokter.

Muntah dan gumoh merupakan kasus yang umum terjadi pada bayi. Muntah dan gumoh sebenarnya adalah dua hal yang sama tapi berbeda. Muntah dan gumoh memiliki gejala yang sama, yaitu mengeluarkan isi lambung.

Bedanya, gumoh terjadi secara spontan dan bersifat pasif. Gumoh biasanya berupa cairan muntah yang keluar dari mulut, bisa dalam jumlah sedikit, bisa juga banyak. Sementara, muntah cenderung keluar dalam jumlah banyak dan keluar dengan kekuatan dan atau tanpa kekuatan kontraksi lambung.

Hampir 70% bayi yang berumur dibawah 4 bulan mengalami gumoh paling sedikit satu kali setiap hari. Frekuensi gumoh akan menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi. Jadi, gumoh sebenarnya adalah hal yang normal terjadi pada bayi. Hanya saja, gumoh yang terjadi berlebihan akan menimbulkan berbagai komplikasi dan berpotensi mengganggu proses pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, gejala gumoh pada bayi tetap perlu diatasi dengan tepat.

Penyebab Gumoh / Muntah Pada Bayi

Secara umum, penyebab gumoh pada bayi bisa dijabarkan sebagai berikut :

  1. Konsumsi ASI yang Berlebih.

    Konsumsi ASI yang berlebih akan menyebabkan lambung bayi kepenuhan. Isi lambung yang melebihi kapasitas inilah yang memicu gumoh. Pemberian ASI yang berlebih akan membuat lambung bayi menjadi sesak. Agar lambung bisa menjalankan fungsinya dengan baik, maka sistem pencernaan bayi secara spontan akan mengeluarkan kembali kelebihan ASI yang masuk ke dalam lambung.

  2. Posisi Menyusui yang Salah.

    Para ibu terkadang memberikan ASI pada bayinya sambil tiduran menyamping, sementara bayi menyusu dengan posisi tidur telentang. Posisi ini bisa memicu terjadinya gumoh. Karena cairan ASI tidak masuk secara sempurna pada saluran pencernaan. Ada kemungkinan, ASI justru masuk ke dalam saluran pernapasan. Hal ini yang menyebabkan bayi mengeluarkan kembali cairan ASI secara spontan.

  3. Kleb Lambung Tidak Berfungsi Sempurna.

    Pada bayi, biasanya klep penutup yang terdapat di antara saluran pencernaan atas dan lambung belum berfungsi dengan sempurna. Akibatnya, ASI dari saluran pencernaan atas terhambat untuk masuk ke dalam lambung. Akhirnya, ASI tersebut terdorong keluar sehingga terjadi gumoh.

  4. Bayi Terlalu Aktif.

    Sebagian bayi terkadang bergerak terlalu aktif. Misalnya, bayi terlalu sering menggeliat atau menangis terus-menerus. Keaktifan gerak ini akan menyebabkan tekanan perut bayi semakin tinggi. Akibatnya, isi lambung keluar dalam bentuk gumoh.

Pencegahan Gumoh

Meski gumoh merupakan hal yang biasa terjadi pada bayi, namun bagi seorang ibu, hal itu tetap saja membuat khawatir, apalagi jika frekuensi gumoh pada bayinya terlalu sering. Oleh karena itu, ANda perlu mengetahui tips untuk mengatasi gumoh.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya :

  • Pertama, usahakan agar bayi bersendawa setelah menyusu.
  • Hindari menyusui bayi dengan posisi yang salah. Usahakan agar posisi lambung bayi lebih rendah dari mulutnya, karena sifat cairan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Posisi menyusui yang paling baik adalah duduk.
  • Posisikan kepala bayi lebih tinggi daripada badannya, segera setelah meminum susu.

Pengobatan Terhadap Kondisi Gumoh

Sejauh ini belum ada upaya pengobatan yang serius untuk penyakit ini, karena gumoh merupakan sesuatu yang umum terjadi pada bayi. Biasanya gumoh bisa ditangani oleh ibu dan orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya. Misalnya dengan menepuk-nepuk punggung si kecil.

Perlu diperhatikan, posisikan kepala si kecil miring ke kiri atau ke kanan ketika dia sedang gumoh. Atau posisikan kepala bayi lebih tinggi, sekitar 300 dari badannya agar cairan gumoh yang keluar tidak berbalik menuju paru-parunya.

Gumoh akan hilang dengan sendirinya saat usia bayi bertambah, biasanya gumoh akan semakin jarang saat bayi memasuki usia 6 bulan.

Salam Sehat

 

Kunjungi toko kami "Istana Herbal" di : 

  • Istana Herbal Solo

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums / Telp : 081393930088

  • Istana Herbal Yogyakarta

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM / Telp : 087838231155

  • Istana Herbal Malang

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang / Telp: 087753373281

  • Istana Herbal Jakarta

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen. / Telp : 081908427320

 

Pelayana Kami :
Kami akan selalu siap melayani Anda
Email : istana.herbal.it@gmailcom
Order respon cepat whatsApp : 081393930088
Telp : (0271) 7451424
online istana solo