Cara Menghindari Penyakit HIV / AIDS Sejak Dini

Gambar terkait

Human Immunodeficiency Virus atau HIV, adalah perantara infeksi yang sudah membunuh lebih dari 25 juta orang sejak permulaan wabah di awal tahun 1980an. Saat ini, lebih dari 33,4 juta orang di dunia terjangkit virus HIV atau mengidap AIDS, yang artinya mereka sudah berada pada tahap akhir penyakit HIV. Tidak ada obat untuk HIV atau AIDS. Hal ini berarti, pencegahan adalah langkah yang paling penting untuk menjaga kesehatan Anda.

Menghindari penyakit HIV / AIDS relatif lebih mudah dibandingkan dengan mengatasinya. Menghindari penyakit HIV / AIDS akan semakin penting artinya berhubung penyakit ini belum ditemukan obatnya.

Memahami Infeksi dan Penularan HIV

  1. Memahami cara HIV menyerang tubuh penderita.

    HIV menyerang dan menghancurkan sel T atau CD4 dalam darah yang berfungsi untuk melawan virus atau bakteri lain, membuat penderitanya rentan terhadap infeksi dan penyakit lain. Virus HIV membutuhkan sel T untuk memperbanyak diri, sehingga virus ini tidak dapat hidup di bagian tubuh yang tidak memiliki sel darah, seperti kulit atau rambut.

  • Seseorang yang sudah terinfeksi dengan HIV disebut dengan "positif HIV" atau "HIV+". Seseorang yang mengidap "AIDS" sudah hampir kehilangan semua sel CD4nya, atau sistem imunnya sudah sangat rusak sehingga penderitanya mengalami "infeksi oportunistik" atau kanker yang berhubungan dengan infeksi.
  1. Ketahuilah bahwa kebanyakan interaksi sosial tidak bisa menyebarkan HIV.

    Berbicara atau bersalaman dengan orang yang positif HIV tidaklah berbahaya, jadi Anda tidak perlu khawatir untuk bertemu seseorang yang terjangkit HIV. Virus ini tidak bisa hidup di udara, air, atau kebanyakan zat di luar tubuh manusia, sehingga berbagi makanan, berenang di kolam renang yang sama, atau berbagi kamar mandi dengan penderita HIV+ tidak akan menyebarkan infeksinya.

  2. Ketahuilah cara penularan HIV.

    HIV menular melalui cairan tubuh tertentu, tetapi tidak semuanya. Cairan itu adalah: darah, sperma, cairan pra-sperma, air susu, dan cairan vagina. Kontak dengan semua cairan ini bisa menularkan HIV. Bagian berikutnya akan memberi Anda saran untuk menghindari kontak dengan semua cairan ini dalam berbagai situasi, termasuk berhubungan seksual.

  • Perlu dicatat bahwa air liur atau lendir tidak menyebarkan virus HIV. Artinya kontak dengan virus tidak akan terjadi melalui ciuman, bersin, atau batuk, kecuali ada darah yang cukup banyak tercampur dengan cairan tubuh lainnya. Meskipun begitu, penularan melalui kontak singkat jarang terjadi.

Mengurangi Resiko Penularan Virus Melalui Hubungan Seksual

  1. Kurangi faktor resiko seks.

    Kemungkinan Anda untuk terjangkit HIV akan lebih kecil jika tidak melakukan hubungan seksual, mengurangi jumlah pasangan seksual, meminta pasangan seksual Anda untuk dites HIV, dan/atau batasi hubungan seksual Anda hanya dengan pasangan yang tidak berhubungan seks dengan orang lain. Memilih satu atau lebih cara ini adalah cara yang bagus untuk mengurangi kemungkinan penularan HIV, terutama jika menggunakan kondom seperti dijelaskan berikut ini.

  • Mintalah pasangan seksual jangka panjang Anda untuk dites HIV sebelum melakukan hubungan seks tanpa kondom. Banyak orang yang terjangkit HIV tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi virus itu.
  1. Cegah pertukaran cairan tubuh selama hubungan seks.

    HIV dapat menular melalui seks oral, vagina, atau anal jika satu orang atau lebih terjangkit HIV+. Akan tetapi, ada cara-cara untuk mengurangi, tetapi tidak menghentikan kemungkinan penularan. Selalu gunakan kondom lateks atau kondom wanita lateks saat berhubungan seksual dengan pasangan yang baru, pasangan yang belum dites HIV, atau jika Anda memiliki banyak pasangan seks. Saat melakukan seks oral, dalam vagina atau dubur, gunakan lateks dental dam atau tanpa pelumas, kondomcut-open untuk menghindari kontak langsung dengan mulut.

  • Peringatan: kondom kulit dombatidak mencegah infeksi, karena memiliki lubang-lubang mikroskopis yang dapat dilewati virus. Kondom poliuretan juga tidak bisa mencegah infeksi seefektif kondom lateks.
  1. Pelajari cara penggunaan kondom dengan efektif.

    Berlatihlah memasang dan melepas kondom atau kondom wanita beberapa kali sebelum menggunakannya saat berhubungan seks untuk pertama kali. Bicarakan pada pasangan seks Anda terlebih dahulu mengenai penggunaan kondom sehingga Anda tidak dipaksa untuk melepasnya di menit-menit terakhir, dan pastikan untuk memakainya sebelum terjadi kontak kelamin. Kondom pria harus ditekan pada ujungnya sebelum dipakai sehingga ada ruang untuk mengumpulkan sperma. Pastikan untuk tidak memegang bagian kondom yang terkena cairan pasangan seksual Anda saat melepasnya, terutama jika Anda memiliki luka di tangan. Ikuti instruksi di bawah ini, sekaligus penggunaan kondom yang paling aman.

  • Kondom atau kondom dental dam tidak boleh robek, digunakan melewati batas kedaluwarsa, digunakan kembali, atau digunakan lebih dari 20 menit.
  • Gunakan sedikit cairan pelumas berbasis air pada kondom, jika dibutuhkan, untuk mencegahnya menjadi kering dan rusak.Jangan pernah gunakan pelumas berbasis minyak atau losion yang dapat merusak kondom.
  • Penis dengan kondom harus ditarik dari lubang kemaluan sebelum ereksi berhenti, karena kondomnya mungkin akan melorot jika penis sudah tidak keras.
  • Simpanlah kondom pada tempatnya di tempat yang gelap dan kering. Gantilah kondom yang sudah disimpan di dalam dompet atau mobil selama lebih dari satu atau dua minggu.
  1. Pelajari tentang mitos pencegahan HIV.

    Ada banyak mitos atau salah paham tentang cara melindungi diri dari HIV atau AIDS saat berhubungan seks. Pelajari kebenarannya sehingga Anda tidak mencoba melindungi diri dengan cara yang salah. Ketahui bahwa jenis seksapa pun dengan orang yang terjangkit HIV, berisiko terkena infeksi dan kondom adalah salah satu cara yang bisa diandalkan untuk mengurangi risiko itu.

  • Anda tidak bisa mencegah infeksi menggunakan jenis alat kontrasepsi apa pun selain kondom.
  • Anda tidak bisa mengurangi kemungkinan infeksi melalui sunat. Penelitian menunjukkan bahwa sunat hanya mengurangisebagian kemungkinan pria terkena HIV dari wanita yang terjangkit HIV+. Akan tetapi, hal ini tidak berdampak pada seks yang aman , dan tidak membantu penularan hubungan seksual pria dengan pria maupun mengurangi risiko wanita tertular HIV dari seorang pria.
  • Tidak ada hal-hal seperti pelumas khusus, obat anti mikroba, atau vaksinasi yang bisa mencegah penularan HIV.Pelumas hanya berguna dalam mencegah HIV karena membantu mencegah kondom rusak, bukan karena bisa menghentikan penularan virusnya.
  1. Pahami bahwa hal-hal ini mengurangi, tetapi tidak menghilangkan kemungkinan infeksi.

    Meskipun tidak ada aktivitas seksual yang melibatkan vagina, penis, atau dubur yang benar-benar aman, beberapa aktivitas memiliki risiko yang lebih rendah dan mungkin lebih disarankan jika Anda memutuskan untuk berhubungan seksual dengan seseorang yang terjangkit HIV. Seks oral, terutama mulut-di-vagina, memiliki risiko lebih rendah dibandingkan bentuk seks yang lain, meskipun penelitian belum menemukan tingkat risiko pastinya. Memasukkan jari atau mainan seks ke dalam dubur atau vagina memiliki risiko penularan yang kecil selama jari tidak terluka dan mainan seks dicuci setiap kali digunakan.

Menghindari Penularan Melalui Jarum Suntik

  1. Hentikan penggunaan obat-obatan suntik jika memungkinkan.

    Anda bisa terinfeksi HIV dengan menggunakan jarum suntik yang sebelumnya digunakan oleh penderita HIV. Hal ini bisa terjadi meskipun jarum suntik terlihat bersih. Karena banyak obat-obatan suntik membuat kecanduan, agak sulit untuk menolak kesempatan penyuntikan meskipun Anda mengetahui bahwa jarum suntiknya tidak aman. Program pemulihan penyalahgunaan suntikan zat sangatlah disarankan dalam kasus ini.

  2. Jangan menggunakan kembali atau berbagi jarum suntik saat menyuntikan obat-obatan atau memasang tindik atau tato.

    Gunakan jarum yang steril dan baru setiap kali atau pastikan bahwa pembuat tato tidak menggunakan jarum yang sudah pernah dipakai. Pastikan untuk membeli jarum dari sumber yang terpercaya. Jangan pernah menggunakan kembali atau berbagi apa pun yang digunakan untuk mempersiapkan obat-obatan, termasuk air (karena dapat terkontaminasi darah yang terinfeksi HIV). Setelah penggunaan, buanglah jarum dengan aman, dengan meletakkannya di dalam botol tertutup, sebaiknya botol yang tidak bisa didaur ulang atau tidak bernilai jika dipungut.

  • Beberapa daerah memiliki program pertukaran jarum gratis sehingga orang-orang dapat memberikan jarum yang sudah digunakan dan menerima yang baru. Carilah program seperti ini di daerah Anda secara daring.
  1. Disenfeksi jarum setelah digunakan jika Anda tidak memiliki jarum yang bersih.

    Jika tidak mungkin untuk berhenti menggunakan jarum atau menemukan jarum bersih, bersihkan dan disinfeksi jarum yang sudah dipakai sebelum menyuntik. Hal ini tidak membuat jarum menjadi aman untuk digunakan; hanya mengurangi sebagian risiko. Pertama, isilah suntikan dengan air bersih, kocoklah untuk mengeluarkan partikel darah, kemudian kosongkan. Ulangi proses ini beberapa kali hingga tidak ada darah terlihat. Kemudian, isilah suntikan dengan disinfektan seperti cairan pemutih rumah tangga dan diamkan setidaknya 30 detik. Kosongkan dan bilas dengan air bersih untuk menghilangkan disinfektan.

  • Cairan pemutih yang disimpan di tempat hangat atau panas dapat rusak dan menjadi kurang efektif.

Menghindari HIV Sebagai Tenaga Kesehatan atau Pasangan Penderita HIV Positif

  1. Kurangi kontak jika Anda bekerja di sekitar cairan tubuh.

    Tenaga kesehatan profesional atau siapa pun yang melakukan kontak dengan cairan tubuh yang bisa menyebarkan virus, harus selalu berhati-hati dalam bekerja. Jangan pernah menggunakan benda tajam (suntikan, pisau bedah, dan lainnya) setelah dipakai. Selalu buang benda tajam yang sudah digunakan di kotak bersih untuk menghindari kontak secara tidak sengaja. Gunakan pelindung keamanan yang baik (sarung tangan, jas, kacamata, dan lainnya) saat bekerja dengan darah atau cairan lain. Selalu anggap semua darah dan cairan tubuh terinfeksi.

  2. Ambil tindakan setelah melakukan kontak.

    Baik jika Anda adalah tenaga kesehatan yang terkena cipratan darah pasien atau sedang melakukan hubungan seksual tetapi kondom yang Anda gunakan rusak, sangatlah penting untuk berkonsultasi pada dokter sesegera mungkin. Lihat bagian "mengambil tindakan" untuk lebih rincinya.

  • Jika Anda hamil setelahnya, bicaralah pada dokter tentang kehamilan dan paparan HIV Anda untuk mengetahui cara mengurangi risiko penularan ke bayi.
  1. Lakukan seks yang lebih aman.

    Jika Anda mengetahui bahwa pasangan Anda memiliki HIV+, usahakan cara untuk menjaga hubungan intim dengan risiko minimal. Gunakan kondom saat berhubungan seksual atau lakukan tindakan seksual yang tidak melibatkan cairan tubuh, seperti menggunakan tangan atau mainan seks dibandingkan menggunakan bagian tubuh yang lain. Lihat bagian "mengurangi risiko penyebaran virus melalui hubungan seksual" untuk lebih rincinya.

  2. Lakukan penelitian tentang pilihan yang Anda miliki jika ingin memiliki anak dengan penderita HIV+.

    Kurangi risiko wanita atau bayi tertular HIV dari pria HIV+ melalui adopsi atau donor sperma. Jika wanitanya mengidap HIV, pertimbangkan ibu pengganti. Menggunakan sperma penderita HIV+ tidak disarankan, tetapi dapat diusahakan oleh tenaga medis profesional untukmengurangi risiko, tetapi tidak menghilangkan HIV sebelum digunakan untuk pembuahan in vitro atau inseminasi buatan.  Melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan penderita HIV+ memiliki risiko penularan tertinggi. Selalu berbicaralah pada tenaga medis profesional sebelum membuat keputusan ini dan batasi aktivitas seksual hingga saat paling subur dalam siklus ovulasi wanita.

  3. Berbicaralah pada dokter mengenai pencegahan penyakit sebelum terjadi kontak.

    Pengobatan pencegahan ini diminum setiap hari oleh orang-orang yang melakukan kontak dengan HIV secara rutin, misalnya mereka yang rutin melakukan hubungan seksual dengan penderita HIV+. Sangat direkomendasikan untuk pasangan seksual jangka panjang yang berisiko terkena HIV. Obat initidak 100% efektif dan lebih baik digabung dengan tindakan keamanan lainnya seperti penggunaan kondom. Sangat penting untuk meminum obat ini setiap hari sesuai dosis yang diberikan atau obatnya akan kurang efektif.

  • Jika Anda terpapar cairan tubuh yang memiliki HIV+ secara rutin, Anda tidak perlu menggunakan obat ini.

    Jika ada kejadian yang mungkin menularkan HIV, tanyakan pada dokter mengenai pencegahan penyakitsetelah terjadi kontak segera setelah kejadian.

Mengambil Tindakan Jika Anda Mungkin Terjangkit HIV

  1. Hubungi dokter mengenai pencegahan penyakit setelah terjadi kontak.

    Jika Anda mengalami atau curiga bahwa Anda terpapar cairan yang terinfeksi, Anda mungkin harus melakukan pencegahan penyakit melalui obat anti retroviral. Pengobatan ini, jika dilakukan segera setelah terjadi kontak (atau kurang dari 72 jam setelah kontak) dapat mengurangi risiko terinfeksi dengan drastis.

  • Pusat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menganjurkan penggunaan obat ini hanya untuk penderita HIV- yang baru saja mengalami kontak dengan virus HIV.

    Penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan risiko kesehatan yang serius. Meskipun obat ini tidakmenyembuhkan HIV, obat ini dapat, jika digunakan dengan baik, mencegah seseorang yang baru saja mengalami kontak dengan virus agar tidak terinfeksi.

  1. Perhatikan gejala-gejalanya.

    Dua sampai empat minggu setelah terinfeksi, penderita HIV+ sering, tetapi tidak selalu, mengalami gejala seperti flu. Gejala ini disebut ARS ("acute retro-viral syndrome") dan disebut sebagaiflu terburuk sepanjang masa. Penderita mungkin mengalami demam, sakit tenggorokan, bengkak pada kelenjar getah bening, dan ruam-ruam. Gejala ini mungkin berlangsung hingga 4 minggu.

  2. Lakukan pemeriksaan rutin.

    Pemeriksaan adalah satu-satunya cara untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. Saat Anda diperiksa, kemungkinan besar sampel yang diambil adalah darah, walaupun urin dan cairanswab juga digunakan. Hasilnya akan diketahui beberapa hari kemudian atau cepat hanya sekitar 20 menit, bergantung lokasi dan waktu pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan menyatakan HIV+, artinya dalam tubuh Anda ada virus ini, dan Anda harus menerima perawatan sesegera mungkin.

Menerima Perawatan HIV atau AIDS

  1. Pahamilah akibat yang terjadi jika Anda mengidap HIV.

    Saat seseorang dinyatakan HIV+, virusnya tidak akan pernah meninggalkan tubuh penderita. Akan tetapi, perawatan medis sangatlah penting untuk menunda perkembangan infeksinya, yang perlahan-lahan akan mencapai kondisi yang lebih serius disebut AIDS. Obat-obatan modern mampu memperlambat penyebaran virus dan membantu penderita HIV+ hidup lebih nyaman, tetapi tidak ada obat penyembuhnya. Meskipun penderita HIV+ memiliki kesehatan yang stabil bertahun-tahun atau dekade, penderita masih dapat menginfeksi orang lain.

  2. Buatlah janji dengan dokter spesialis HIV atau AIDS.

    Temukan spesialis penyakit infeksi di daerah Anda atau tanyakan pada dokter mana pun untuk merujukkan seorang spesialis. Ketahuilah bahwa, bergantung pada kondisi Anda, dokter itu mungkin akan merujuk dokter lain yang berhubungan dengan kesehatan Anda. Jika Anda mengikuti petunjuk dokter dan bisa mendapatkan perawatan medis yang memadai, Anda bisa mencegah HIV berkembang menjadi AIDS dan memiliki hidup yang cukup sehat.

  3. Siapkan semuanya saat mengunjungi dokter.

    Buatlah daftar kekhawatiran, pertanyaan, gejala, dan kondisi medis lainnya yang Anda miliki. Ini akan membantu dokter untuk memandu percakapan ketika bertemu dengannya. Pengobatan tertentu terkadang tidak cocok dan dokter mungkin akan melihat aturan pengobatan dan gejala Anda untuk memastikan bahwa pengobatan Anda maksimal. Juga, gunakan waktu sebelum bertemu dengan dokter, untuk menuliskan pertanyaan atau kekhawatiran Anda. Mendiskusikan hal-hal ini dengan seorang ahli akan mengurangi tingkat stres, membantu menemukan sumber informasi yang berharga, dan mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi di masa depan.

  4. Terimalah kenyataan bahwa menemukan pengobatan yang tepat untuk perawatan membutuhkan waktu.

    Seperti kebanyakan penyakit lain, ada proses uji coba untuk menemukan pengobatan yang tepat. Pastikan Anda terbuka dengan doktermu mengenai efek samping yang Anda rasakan karena ini mungkin adalah pertanda masalah yang lebih serius. Jangan berkecil hati selama proses penyesuaian. Beberapa efek samping mungkin tidak enak, tetapi obat-obatan modern meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan usia penderita HIV secara signifikan.

  5. Kurangi kontak dengan penyakit infeksi lainnya.

    Karena HIV mempengaruhi sistem imun tubuh Anda, hal ini akan memperburuk infeksi atau penyakit lain yang mungkin Anda derita. Pastikan untuk mengambil langkah pencegahan selama musim flu atau jika Anda merasa rentan terhadap virus.

  6. Mencari dukungan moral.

    AIDS adalah penyakit yang mematikan. Banyak orang membutuhkan bantuan untuk menghadapi stres dan ketidakpastian akan kondisi mereka. Hal-hal seperti kelompok komunitas pendukung, dialog terbuka dengan keluarga dan teman dan konselor dapat membantu Anda menghadapi gejolak naik turunnya emosi saat diagnosis.

  7. Kurangi resiko menulari orang lain dengan virus HIV.

    Jika Anda menyembunyikan status HIV+, seperti yang dilakukan kebanyakan orang, maka tanggung jawab Anda adalah membatasi kontak dengan orang-orang yang tidak terinfeksi di sekita Anda.Selalu beritahu calon pasangan seksual bahwa Anda mengidap HIV+ dan beritahu mereka tentang tindakan pencegahan sebelum kalian berhubungan seks apapun. Biarkan mereka memutuskan yang terbaik yang harus dilakukan.

  8. Ikutin petunjuk dokter.

    Minumlah semua obat-obatan Anda tepat waktu dan jangan salah dosis. Dengan melakukannya, Anda memastikan bahwajumlah virus dalam cairan tubuh Anda rendah. Hal ini akan menjaga tubuh Anda lebih sehat dan mencegah kemungkinan menginfeksi orang-orang di sekitar Anda.

  9. Konsultasikan ke dokter jika Anda hamil.

    Jika Anda hamil, berbicaralah dengan dokter tentang pilihan-pilihan yang bisa diambil. Meskipun tidak ada vaksin atau obat penyembuh untuk penyakit ini, ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan seorang ibu menyalurkan virusnya ke bayi melalui kehamilan, selama proses kelahiran, dan menyusui. Meskipun tidak 100% efektif, tetapi sangat mengurangi risikonya.

Semoga artikel di atas dapat menambah wawasan dunia kesehatan kita. Dan dapat membuat kita lebih berhati-hati dalam semua hal tentang kesehatan diri kita.

 

Kapsul Buah Merah

Manfaat buah merah:

  • Membantu mengobati AIDS
  • Mengobati Kanker dan Tumor
  • Menurunkan Tekanan Darah dan mengobati Stroke
  • Menurunkan Asam Urat
  • Mengobati Diabetes Mellitus ( DM )
  • Mengobati Osteoporosis
  • Mengobati Gangguan mata
  • Meningkatkan Gairah dan Kesuburan

Salam Sehat

 

Pusat Grosir Herbal Yaa di  ISTANA HERBAL

Kini orderan bisa dikirim melalui GoSend

Atau Kunjungi toko kami "Istana Herbal" di : 

  • Istana Herbal Solo. 

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums / Telp : 081393930088

  • Istana Herbal Yogyakarta. 

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM / Telp : 087838231155

  • Istana Herbal Malang. 

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang / Telp: 087753373281

  • Istana Herbal Jakarta. 

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen. / Telp : 081908427320

 

Pelayanan Kami :
Kami akan selalu siap melayani Anda
Email : istana.herbal.it@gmailcom
Order respon cepat whatsApp : 081393930088
Telp : (0271) 7451424

Artikel Terkait

online istana solo