Kalium- Manfaat, Efek Kekurangan dan Kelebihan Kalium

Kalium memang sekilas mirip dengan kalsium dan banyak orang yang belum tahu betul apa itu kalium dan fungsinya bagi tubuh manusia. Kalium yang termasuk jenis mineral ini mempunyai peran sangat vital juga pada tubuh kita, tak terkecuali dalam mengatur cairan serta mendukung performa otot kita agar terjaga dengan benar. Nama lain dari kalium adalah potassium yang pastinya sudah tak asing lagi di telinga kita.

Unsur kimia satu ini mempunyai lambang K dengan 19 sebagai nomor atomnya. Berbentuk logam lunak, kalium memiliki warna putih yang agak keperakan dan bisa dibilang masih masuk dalam kategori alkali tanah. Proses oksidasi kalium ini termasuk cepat dengan udara dan ketika berada di dalam air akan sangat reaktif di mana sifat kimiawinya hampir sama dengan natrium.

Kebutuhan Kalium Harian

Di bawah ini bisa dilihat seberapa banyak asupan kalium yang seharusnya masuk ke dalam tubuh.

  • Bayi usia 0-6 bulan membutuhkan 500 mg.
  • Bayi usia 7-11 bulan membutuhkan 700 mg.
  • Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 3000 mg.
  • Anak usia 4-6 tahun membutuhkan 3800 mg.
  • Anak usia 7-9 tahun membutuhkan 4500 mg.
  • Perempuan usia 10-15 tahun membutuhkan 4500 mg.
  • Perempuan usia 16-80 tahun ke atas membutuhkan 4700 mg.
  • Laki-laki usia 10-12 tahun membutuhkan 4500 mg.
  • Laki-laki usia 13-80 tahun ke atas membutuhkan 4700 mg.

Manfaat Kalium Untuk Tubuh

Kalium menawarkan segudang manfaat apabila kita dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan kalium seperti yang sudah ditentukan, tidak kurang dan tidak berlebihan. Berikut di bawah ini bisa dilirik apa saja fungsi serta manfaat kalium yang tubuh tak bisa bekerja tanpanya.

  1. Membantu Sistem Saraf Lebih Optimal.

    Kalium dan sistem saraf rupanya memiliki kaitan satu sama lain di mana fungsi dari sistem saraf akan dapat dioptimalkan dengan baik. Asupan kalium yang cukup akan membuat sistem saraf jauh lebih baik serta lebih maksimal dalam kinerjanya. Dengan demikian, otomatis respon kita pun semakin cepat dan baik terhadap suatu hal.

  2. Mengurangi Resiko Gangguan Otot.

    Masalah otot mungkin kerap sekali terjadi dan akan sangat tidak nyaman ketika tiba-tiba otot kita mengalami kontraksi sehingga terjadilah kram otot. Untuk mencegah terjadinya gangguan pada bagian otot, tentu memenuhi asupan kalium sebaik mungkin adalah salah satu solusinya. Otot terjepit pun akan dapat dihindari dengan kalium yang terus masuk ke dalam tubuh kita. Risiko masalah otot otomatis tidak akan menjadi masalah ketika kita rajin dan benar dalam mengonsumsi kalium.

  3. Menurunkan Resiko Stroke.

    Kalium pun terkenal akan fungsi dan manfaatnya sebagai pencegah penyakit stroke, apalagi kalau asupan kalium yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang tepat dan tidak berlebihan maupun kekurangan. Seperti yang sudah kita ketahui, stroke mengakibatkan banyak kondisi pada tubuh, termasuk kelumpuhan hingga kematian sehingga menjadikan penyakit ini tergolong mengerikan dan mematikan.

  4. Sebagai Cairan Elektrolit.

    Tubuh akan senantiasa membutuhkan cairan, terutama cairan elektrolit untuk dapat berfungsi secara optimal dan bisa diajak kerja sama dalam melakukan segala kegiatan sehari-hari. Kalium merupakan jenis mineral yang bisa diandalkan untuk hal ini karena perannya sebagai elektrolit sangat baik sehingga dalam keseharian kita, apapun aktivitasnya kita bisa melakukannya dengan berenergi dan bersemangat.

  5. Mengurangi Resiko Penyakit Ginjal dan Jantung.

    Fungsi serta manfaat kalium lainnya adalah mencegah naiknya risiko penyakit jantung serta gangguan pada organ ginjal yang termasuk kondisi serius serta mengancam jiwa. Asupan kalium yang normal dan cukup masih juga perlu diimbangi dengan pola hidup sehat serta seimbang agar performa jantung dan ginjal tetap senantiasa stabil dan bahkan lebih maksimal.

  6. Menurunkan Darah Tinggi / Meningkatkan Darah Rendah.

    Bagi yang memiliki penyakit darah tinggi, memang agak sulit untuk menemukan cara mudah dan alami untuk menurunkan kadarnya, tapi mengonsumsi sumber makanan berkalium akan mampu membuat tekanan darah yang tinggi kembali pada kadar normalnya. Kalium juga sangat baik dalam meningkatkan darah yang berada pada kadar rendah. Darah rendah pun juga bisa menyebabkan berbagai kondisi serius jika tak ditangani secara benar dan tepat, maka penting untuk mulai dari sekarang melirik mineral kalium untuk tekanan darah normal demi menjaga kesehatan tubuh.

  7. Meningkatkan Kesehatan Tulang.

    Fungsi dari kalium tak beda jauh dari kalsium ketika berhubungan dengan tulang karena pertumbuhan dan kekuatan tulang sangat didukung oleh kalium. Untuk fungsi tulang yang stabil dan selalu sehat, memeliharanya dengan mengonsumsi bahan makanan berkalium adalah sangat dianjurkan. Kepadatan mineral dalam tubuh kita otomatis akan meningkat sehinggaosteoporosis atau gangguan kondisi tulang lainnya pun dapat dicegah.

Efek Kekurangan Kalium

Kekurangan kalium bisa berakibat tak baik bagi tubuh dan kesehatannya. Ada berbagai efek dan penyakit yang patut untuk diketahui, diwaspadai serta dicegah sebisa mungkin. Keseimbangan jumlah kalium tak dapat dianggap remeh dan di bawah ini adalah sejumlah efek berbahayanya.

  • Otot Sering Keram.

    Ketika otot terlalu sering mengalami kram, ini kemungkinan besar dikarenakan kurangnya asupan kalium dan juga kurangnya tubuh aktif bergerak alias berolahraga. Tapi jangan salah, kekurangan kalium dan juga rutin dalam berolahraga pun bisa menyebabkan kram otot. Pemicu yang sebenarnya bisa juga dikarenakan kalium dan elektrolit yang keluar dari tubuh ketika tubuh menghasilkan keringat terlalu banyak. Untuk mengatasi kondisi seperti ini, minuman dengan kandungan elektrolit tinggi bisa dikonsumsi sesegera mungkin karena ini merupakan cara paling cepat untuk mengatasinya.

  • Jantung Berdebar Kencang.

    Debar jantung yang terlalu kencang memang kelihatannya sangat wajar karena hal ini jelas akan terjadi apabila kita tengah merasa gugup dan khawatir atau sehabis melakukan gerakan yang aktif. Tapi jantung yang berdebar kencang bisa juga terjadi ketika kita beraktivitas biasa, dan inilah yang perlu diwaspadai. Kita akan merasakan bahwa jantung seakan dapat keluar dari dada dan bahkan detak jantung yang tak beraturan ini akan sangat mengganggu jalannya aktivitas kita. Cukupi kebutuhkan kalium dan jika masih berlanjut, menghubungi dokter adalah yang paling dianjurkan.

  • Cepat Lelah dan Merasa Lemah.

    Lelah dan lemah memang adalah suatu kondisi tubuh yang bisa dirasakan kapan saja, termasuk ketika seseorang mengalami kurang tidur atau istirahat, atau bahkan ketika kegiatan super padat dalam sehari. Namun kita pun perlu curiga apabila tubuh terlalu sering merasa lelah dan terasa lemah untuk beraktivitas, ini bisa dikarenakan kurangnya asupan kalium di dalam tubuh. Mengonsumsi bahan makanan berkalium dengan takaran yang seharusnya akan mengembalikan semangat dan kebugaran tubuh.

  • Tekanan Darah Tinggi.

    Darah tinggi selalu diidentikkan dengan konsumsi terlalu banyak garam dan juga kegemukan alias obesitas, tapi sesungguhnya konsumsi sumber makanan di mana kadar kaliumnya sedikit pun bisa menyebabkan hipertensi. Ketika natrium tak terimbangi oleh kalium, maka tekanan darah tinggi pun bisa terjadi karena kebanyakan orang akan mengonsumsi makanan asin saja dan tak diseimbangkan dengan buah maupun sayur.

  • Penyakit Ginjal Kronis.

    Kadar kalium yang terlalu rendah bisa juga menimbulkan efek buruk bagi ginjal, terutama penyakit ginjal kronis. Lebih tepatnya, kondisi yang bisa mengancam adalah gagal ginjal kronis di mana seharusnya ini berawal dari kondisi ginjal yang ringan. Kesehatan ginjal bisa memburuk dan bahkan kehilangan fungsinya yang akan merugikan tubuh. Hal ini kemudian dapat memicu cairan yang banyak pada darah dan ketika buang air kecil akan keluar bersama dengan urin.

  • Diabetes Ketoasidosis.

    Kekurangan asupan kalium pada tubuh juga dapat membuat seseorang mengalami penyakit diabetes ketoasidosis di mana kondisi ini sudah terbilang kompleks dan dapat terjadi saat kadar asam dalam darah terproduksi dalam jumlah banyak. Keton adalah sebutan untuk kadar asam di mana awal mulai penyakit ini adalah ketika insulin tak dapat diproduksi dengan baik dan dalam jumlah yang seharusnya. Ketika insulin tidak cukup di dalam tubuh, lemak akan dibakar sehingga bisa dijadikan bahan bakar demi mendukung metabolisme tubuh. Keton di dalam darah bisa disebabkan oleh adanya proses semacam ini.

  • Hipokalemia.

    Hipokalemia ini adalah sebuah penyakit yang menjadi penggambaran akan rendahnya kadar kalium di dalam darah dan ada risiko masalah kesehatan kompleks yang sangat fatal jika tak segera ditangani dengan cepat dan benar. Salah satu contoh dari masalah kesehatan tersebut adalah kerusakan fungsi otot, saraf dan bahkan jaringan sel tubuh. Sel otot jantung pada kondisi tertentu pun bisa saja terjadi. Kalium dianggap rendah pada tubuh seseorang apabila setelah diperiksa kadarnya tidak lebih dari 2,5 mmol/L dan jika tak memperoleh perawatan segera, kematian adalah risiko terbesarnya.

  • Diare.

    Kekurangan kalium juga dapat memicu diare di mana keadaan ini adalah termasuk di dalam gangguan pencernaan. Buang air besar terlalu sering dengan tekstur feses yang cair adalah bentuk dari kondisi diare. Penyakit ini memang umum dan cukup banyak orang yang pernah mengalaminya dan ini ternyata bisa menjadi efek ketika seseorang tak mencukup kebutuhan kalium dengan tepat. Diare tak boleh dianggap enteng, apalagi diabaikan karena diare pun bisa menyebabkan seseorang kehilangan terlalu banyak cairan yang memicu lemas dan lemahnya tubuh.

Efek Kelebihan Kalium

Segala yang berlebihan selalu tidak baik, ini pun berlaku untuk asupan kalium. Di bawah ini sejumlah efek atau kondisi yang perlu untuk diketahui dari awal.

  • Gangguan Pada Ginjal.

    Kalium bisa meningkat di dalam darah bukan hanya dikarenakan terlalu banyak mengonsumsi bahan makanan yang berkalium tinggi, melainkan juga dapat dipicu oleh obat-obatan tertentu. Walau kadar kalium memang dapat menjadi stabil oleh karena bantuan ginjal, namun gangguan fungsi ginjal tetap dapat terjadi pada orang-orang yang sudah berusia lanjut. Ini dikarenakan penyerapan cukup memakan waktu lama sedangkan kalium terlalu banyak sehingga tak terkejar dan terjadilah penumpukan.

  • Gangguan Pada Jantung.

    Tak hanya pada ginjal, jantung adalah organ yang dapat terkena efek buruk dari kelebihan kalsium. Detaknya yang tak beraturan memang bisa menjadi gejala dari hiperkalemia, namun hati-hati juga karena ini bisa menjadi penyakit jantung lainnya yang juga sangat serius.

  • Hiperkalemia.

    Apabila kekurangan kalium bisa memunculkan efek hipokalemia, hiperkalemia pun dapat dialami oleh seseorang yang berkelebihan kalium. Ada terlalu banyak kalium yang terserap oleh tubuh sehingga bisa memicu sejumlah penyakit yang bahkan dapat membawa kepada kematian. Untuk mengetahui gejala apa saja dari hiperkalemia yang perlu kita waspadai, berikut adalah ciri-cirinya:detak jantung tak beraturan, lambatnya denyut nadi, sesak napas, tubuh lemah, mudah lelah, mual yang juga disertai dengan muntah.

Demikian ulasan seputar Kalium, manfaat kalium untuk kesehatanm, dan efek kekurangan dan kelebihan kalium. Setiap kandungan senyawa yang masuk ke dalam tubuh memang perlu diperhatikan. Kekurangan dan kelebihan pun tak baik untuk tubuh.

Salam Sehat

 

Kami melayani orderan grosir dan eceran. Untuk pemesanan silahkan hubungi : 081393930088

Kini orderan bisa dikirim melalui GoSend

Atau Kunjungi toko kami "Istana Herbal" di : 

  • Istana Herbal Solo

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums / Telp : 081393930088

  • Istana Herbal Yogyakarta

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM / Telp : 087838231155

  • Istana Herbal Malang

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang / Telp: 087753373281

  • Istana Herbal Jakarta

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen. / Telp : 081908427320

 

Pelayana Kami :
Kami akan selalu siap melayani Anda
Email : istana.herbal.it@gmailcom
Order respon cepat whatsApp : 081393930088
Telp : (0271) 7451424
online istana solo