Daun Keladi Tikus

Hasil gambar untuk keladi tikus

Apakah anda tahu keladi tikus? Keladi tikus adalah salah satu herbal alami yang ada di Indonesia. Tanaman ini memang kurang terkenal di kalangan masyarakat. Bentuknya yang hampir mirip dengan jenis tanaman talas sehingga tanaman ini sering disalahartikan sebagai tanaman talas.

Tanaman ini sudah lama dikenal sebagai herbal alami untuk merangsang pengaktifan sistem daya tahan tubuh karena kandungannya. Bahkan tanaman ini dipercaya mampu mengobati penyakit kanker dan tumor. Di Malaysia, tanaman keladi tikus telah dignakan untuk penyakit kanker. Hasil penelitian yang dilakukan di beberapa Negara menunjukan bahwa sari tanaman ini dapat menghancurkan sel kanker.

Bagian bunga pada tanaman ini berwarna putih kekuninga dan bagian kelpaknya mimiliki bentuk menyerupai seekor tikus. Bagian akarnya berwarna putih dan dapat membesardan membentuk seperti umbi. Tinggi tanaman bisa mencapai 10-20 cm. tanan ini banyak dijumpai di area parit atau diantara tanaman padi yang sedang tumbuh. Pada musim kemarau, tanaman iniakan sulit dicari. Akan tetapi bagian umbi keladi tikus akan tetap tumbuh di bawah tanah dan akn tumbuh kembali ketika musim hujan tiba.

Beberapa kandungan alami di dalam daun keladi tikus:

  1. Ribosome Inacting Protein (RIP)

Merupakan suatu senyawa yang berfungsi untuk menghambat perkembangan sel kanker, membunuh sel kanker, namun tidak mengganggu sistem tubuh yang sehat disekitarnya.

  1. Antioksidan alami

Kandungan antioksidan alami yang terdapat di dalam daun keladi tikus bisa berfungsi mencegah terjadinya kerusakan di dalam gen.

  1. Kurkumin

Berfungsi sebagai zat anti inflamasi atau anti peradangan. Kombinasi dari zat kurkumin dapat dijadikan mediator untuk mengaktifkan penguatan sel yang berasal dari sistem pertahana tubuh untuk bersama- sama membantu melawan sel kanker.

Setelah kita mengetahui zat yang trkandung di dalamnya, kita akan membahas manfaat daun keladi tikus untuk penyakit kanker. Ekstrak atau jus daun keladi tikus bisa dikonsimsi sebagai obat pendamping penyakit kankerseperti kemoterapi ataupun radioterapi. Hal ini dikarenakan biasanya tidak ada kontradiksi untuk penggunan obat herbal dengan jenis obat-obatan kimia. Untuk lebih jelasnya, anda dapat berkonsultasi kepada dokter tentang cara penggunaan keladi tikus sebagai obat.

Penggunaan ekstrak keladi tikus dan kemoterapi atau radioterapi tidak dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Sebaiknya hentikan mengonsumsi keladi tikus minimal 2 hari sebelum dan setelah kemoterapi. Hal ini dikarenakan sifat detoksifikasi yang ada pada keladi tikus akan menagkal segala macam zat berbahaya dalam tubuh termasuk obat yang digunakan dalam proses kemoterapi. Zat kimia tersebut aan danggap sebagai racun dan langsung dikeluarkan dari tuuh sebelum memberikan reaksi penyembuhan. Kalau sudah seperti ini, zat yang diberikan pada saat kemoterapi tidak akan memberikan efek apapun kepada tubuh. Begitu pula dengan penggunaan obat herbal lain seperti daun sirsak yang dapat mengurangi efektivitas kemoterapi yang sedag djalankan. Sehingga harus diberi jarak waktu tertentu.

Selain itu, penting juga bagi anda untuk tetap menjaga kondisi psikologis agar tetap sehat dan tidak mudah menyerah. Perbanyak berdoa kepada Tuhan dan memilik tekad kuat untuk dapat sembuh. Anda uga dapat menggoanakan obat lain selain keladi tikus untuk mempercepat proses penyembuhan tentu saja dengan pemakaina teratur dan berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

Artikel Terkait

Karyawan baru Istana