Keracunan Makanan : Gejala dan Cara Menanganinya

Keracunan adalah kondisi dimana terjadi masalah kesehatan karena zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya saat makan dan minum sesuatu yang telah terkontaminasi zat pathogen atau bahan kimia lainya, tubuh akan merespon dengan menunjukkan gejala keracunan makanan. Gejala ini bisa bersifat ringan sampai berat tergantung dari jumlah zat dan caranya masuk ke dalam tubuh.

Untuk mengetahui seseorang benar-benar keracunan atau disebabkan oleh penyakit lain, kita perlu mengetahui beerapa efek dan gejala keracunan. Umumnya gejala tersebut muncul tak lama setelah menelan zat yang menyebabkan keracunan. Gejala tersebut antara lain:

  1. Mual dan Muntah

Lambung akan mengalami iritasi saat tubuh mengalami keracunan logam atau makanan, sehingga lambung akan mengeluarkan gas asam untuk menetralkan racun tersebut dan berusaha mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Sehingga menyebabkan rasa mual dan muntah. Bahkan sampai muntah yang berlebihan.

  1. Perut Kram

Gejala perut kram terjadi karena adanya elektrolit yang hilang dalam jumlah yang cukup banyak. Bila racun yang masuk tidak terlalu berbahaya, biasanya gejala ini aka hilang denga sendirinya dalam waktu 4-7 hari. bila gejala yang dialami tak kunjung reda dan semakin berat, segera bawa pasien ke layanan medis untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

  1. Sakit perut dan diare

Makanan penyebab keracunan yang sudah terlanjur dicerna oleh tubuh akan dikeluarkan secara paksa dan menyebabkan diare. Diare yang terjadi secara terus menerus akan mebua tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Sehingga tubuh mengalami dehidrasi.

  1. Dehirasi

Seseorang yang mengalai dehidrasi dapat ditandai dengan denyut nadi ang cepat, tekana darah turun, mlut kering, mata cekung, dan jumalh air seni berkurang. Dehidrasi yang terlalu parah perlu diberikan cairan pengganti langsung seperti infuse.

  1. Gejala lainnya

Gejala lainnya bsa berupa demam, sesak napas, sakit otot, malaise (tubuh terasa lemas atau sakit), sakit kepala, serta pingsan.

Cara Menangani Keracunan Makanan

Anda dapat memberikan pertolongan pertama yang umum digunakan bila seseorang yang keracunan sebelum datang pertolongan medis. Hal ini akan sangat membantu para dokter untuk meminimalisir dampak dari keracunan makanan bahkan bisa menyelamatkan nyawa pasien.

  • Usahakan pasien tetap dalam keadaan sadar. Longgarkan pakaian pasien agar lebih nyaman. Bila perlu berikan wewangian menyengat seperti minyak kayu putih agar pasien tetap terjaga.
  • Usahakan agar pasien dapat muntah dengan memberikan rangsangan tertentu seperti menekan reflek di tenggorokan atau pemberian garam pada pasien. Jangan lakukan saat pasien pingsan atau kejang. Miringkan kepala pasien agar lebih mudah muntah.
  • Jangan berikan obat anti muntah. Obat anti muntah hanya boleh diberikan kepada pasien yang mengalami dehidrasi parah.
  • Berikan pasien minuman air kelapa ketika pasien sadar.air kelapa berguna untuk membantu mengeluarkan racun dalam tubuh dan mengganti cairan yang hilang.
  • Berikan obat yang bisa menyerap racun yang ada di dalam usus. Jangan hentikan diarenya karena diare adalah cara tubuh mengeluarkan racun. Kecuali pasien menderita dehidrasi parah.
  • Beri cairan gula dan garam (oralit). Bila pasien dehidrasi, segera bawa ke pelayanan kesehatan terdekat.
  • Ingat-ingat makanan terakhir yang dikonsumsi pasien sebelum mengalami keracunan. Laporkan kepada dokter tentang hal tersebut.

Mencegah Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa dicegah dan diminimalisir dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Tindakan pencegahan yang dapat anda lakukan antara lain:

  • Mencuci tangan dengan sabun anti bakteri dan air mengalir sebelum makan atau setelah menggunakan toilet.
  • Makan makanan yang dimasak dengan kebersihan yang baik. Perhatikan pula kebersihan peralatan yang digunakan untuk memasak.
  • Jangan makan makanan sisa yang lebih dari 2 hari atau buah mentah yang telah terbuka yang dijual di tempat terbuka.
  • Pastikan makanan sudah dimasak dengan matang sempurna. Jangan makan telur atau daging yang tidak dimasak dengan baik(belum matang). Bakteri penyebab keracunan seperti salmonella dan E. coli akan mati bila daging dan telur dimasak matang.
Karyawan baru Istana