Makanan Pedas, Bahaya dan Manfaatnya

Citarasa pedas dari suatu makanan dapat diperoleh dari berbagai hal seperti cabai, merica, dan jahe. kebanyakan penduduk Indonesia suka dengan makanan pedas. Bahkan ada yang berprinsip tidak bisa makan tanpa makanan pedas. Kebiasaan suka makanan pedas memang sulit dihilangkan karena makanan pedas membarikan sensasi tersendiri bagi penggemarnya. Makanan pedas dapat menambah citarasa masakan dan nafsu makan seseorang.

Dibalik itu semua, makanan pedas memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan bila dimakan sesuai kebutuhan. Capsaicin dalam cabai memiliki kemampuan membunuh bakteri penyebab sakit magh, sel kanker, dan leukemia. Vitamin A dan vitamin C dalam makanan pedas (cabai) juga bisa menjadi zat antioksidan yang tinggi. Selain itu, cabai juga bisa digunakan untuk menurunkan berat badan, menyehatkan jantung, menurunkan tekanan darah, memperbaiki mood, mencegah Parkinson, memperlancar pernapasan, memperbaiki fungsi cerna, penghilang rasa sakit, mengobati perut kembung, sebagai pembakar kalori, dan masih banyak manfaat lainnya.

Namun makanan pedas juga dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh kita, terutama bagi mereka yang tidak kuat makan pedas. Perut biasanya akan merasakan panas dan terbakar saat memakan makanan pedas. Segera hentikan makan bila hal ini terjadi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi bagi kesehatan anda. Berikut dampak negatif dari makanan yang terlalu pedas bagi tubuh kita:

  1. Insomnia

Makanan pedas meningkatkan suhu tubuh kita dan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman ketika akan tidur pada malam hari. jadi jangan makan pedas pada malam hari untuk mencegah insomnia.

  1. Mengiritasi dinding lambung

Makanan pedas dapat membuat asam lambung meningkat dengan sangat cepat. Asam berlebih pada lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan merusak lambung secara perlahan. Bila anda memiliki riwayat penyakit magh dan lambung anda sudah terkikis, makanan pedas menjadi sangat berisiko bagi anda. Jika terus dibiarkan, lambung akan terserang penyakit gastritis atau biasa disebut dengan magh akut.

  1. Merusak Indera Perasa

Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas akan menimbulkan iritasi dan pola aneh pada lidah (merubah geografis lidah). Lidah akan mengalami kesulitan dalam mengenali makanan atau minuman yang dikonsumsi karena terlalu sering berinteraksi dengan makanan yang terlalu pedas.

  1. Mengurangi nafsu makan

Makanan pedas dapat mengurangi nafsu makan seseorang. Makanan pedas juga dapat meningkatkan metabolism tubuh. Hal ini akan berpengaruh pada penurunan berat badan seseorang akibat makanan pedas.

Makanan pedas memang memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan. Namun efek samping yang ditimbulkan dari makanan pedas juga harus kita waspadai. Oleh karena itu, konsumsilah makanan pedas dalam batas wajar dan tidak terlalu sering untuk menghindari dampak buruk yang ditimbulkan karena mengonsumsi makanan yang terlalu pedas.

Karyawan baru Istana