Alergi Akut



  • Istilah Medis
Reaksi anafilaksis

  • Pengenalan
Reaksi anafilaksis ini hampir sama seperti reaksi alergi, hanya saja kejadiannya sangat cepat, dari beberapa detik hingga beberapa menit, dan sering menyebabkan gangguan sirkulasi darah hingga kematian.
Penyebab terbanyak adalah akibat pemberian obat-obatan (seperti antibiotik yang disuntikkan secara intravena/melalui pembuluh darah balik), racun dari sengatan lebah, dan kacang – kacangan.
 
  • Gejala
Gejala yang ditimbulkan biasanya lebih parah daripada gejala reaksi alergi biasa, yaitu :
  1. Segera setelah disuntik obat-obatan melalui pembuluh darah, anak tiba-tiba menjadi gelisah, berkeringat dingin, pusing, sesak napas, kesadaran menurun, detak jantung menjadi cepat, dan tekanan darah menurun dengan cepat.
  2. Segera setelah anak makan kacang atau produk kacang, tiba-tiba anak menjadi sesak napas, sulit berbicara dan bernapas, tampak seperti tercekik, pucat, kebiruan.
  3. Akibat dari sengatan lebah dapat berlangsung beberapa menit, seperti kemerahan di kulit, bengkak pada daerah mukosa, mulut dan mata, kemudian anak akan kesulitan bernapas, karena terjadi pembengkakan di jalan napas.
 
  • Pencegahan
Karena biasanya reaksi ini adalah reaksi yang pertama kali terjadi, maka akan sulit untuk mengetahui jenis obat apa yang akan menyebabkan reaksi anafilaksis pada si kecil. Kecuali kalau sebelumnya dia pernah memiliki reaksi alergi terhadap sebuah obat, maka Anda harus mengingat obat tersebut. Beri tahu dokter setiap kali Anda berkunjung untuk mengobati si kecil.
Pencegahan untuk alergi akut yang lainnya sama dengan pencegahan pada reaksi alergi, yaitu mengurangi dan menghindari paparan allergen pada si kecil.
Berikut ini beberapa cara yang dapat ayah dan ibu lakukan untuk mencegah si kecil mengalami alergi anafilaksis atau meminimalkan risiko terburuk yang mungkin terjadi :
  1. Ajarkan anak Anda cara untuk meminta tolong  kepada orang lain di sekitarnya apabila dia terserang gejala alergi yang membuatnya kesulitan bernapas.
  2. Pada anak yang lebih kecil dan belum dapat berkomunikasi atau yang pernah mengalami reaksi anafilaksis akibat makanan, berikan dia gelang khusus yang menginformasikan tentang alergi anak Anda.
  3. Bila si kecil pernah mengalami keadaan anafilaksis, selalu sediakan suntikan epinefrin di sekitar Anda dan si kecil, serta ajarkan orang-orang yang sering berinteraksi dengan anak Anda untuk menggunakan alat tersebut di saat darurat.
  4. Informasikan keadaan anak Anda kepada pengasuh, guru, keluarga, atau orang lain yang sering berinteraksi dengannya. Bisa jadi merekalah orang pertama yang dapat menolong anak Anda saat serangan alergi/anafilaksis datang.
 
  • Pengobatan
Untuk anafilaksis, pengobatan yang dapat diberikan yaitu dengan suntikan adrenalin/epinefrin, steroid dan beta agonis, yaitu obat antihistamin kuat yang dapat melawan reaksi alergi yang terjadi. Merupakan obat-obatan emergensi/darurat medis.
Namun pemberiannya harus dilakukan dengan segera dan tidak dapat ditunda. Segeralah bawa penderita yang mengalami reaksi anafilaksis ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat.
Bila anak Anda memiliki riwayat alergi, Anda perlu membekali diri dengan suntikan epinefrin. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosisnya, dan pastikan Anda tahu cara penggunaanya. Suntikan ini perlu diletakkan di tempat yang mudah terjangkau, dan dibawa ke mana pun Anda pergi, serta harus selalu siap digunakan kapan pun saat Anda berada dalam keadaan darurat.

Artikel Terkait

ana solo