Alergi Makanan

ALERGI MAKANAN

 

  • Istilah Medis

Reaksi respons imunitas terhadap makanan

Pengenalan
Alergi makanan adalah reaksi hipersensitif system imun tubuh yang timbul segera setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, meskipun jumlahnya hanya sedikit.
Sekitar 6-8% anak usia balita menderita alergi makanan. Penyebab terbanyak biasanya adalah kacang-kacangan, makanan hasil laut (udang, lobster, kepiting), ikan, telur dan susu
Gejala alergi makanan biasanya muncul beberapa menit hingga dua jam setelah makan makanan penyebab alergi tersebut.
Beberapa tanda dan gejala alergi makanan adalah :

  • Rasa kesemutan/baal atau gatal pada mulut.
  • Bengkak pada bibir.
  • Bengkak pada wajah, lidah, atau bagian tubuh yang lain.
  • Bersin.
  • Hidung tersumbat.
  • Kesulitan bernapas, karena adanya pembengkakan pada saluran pernapasan.
  • Tubuh terasa gatal.
  • Mulas
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Pusing.


Gejala alergi makanan juga dapat menyebabkan reaksi alergi akut atau anafilaksis yang merupakan reaksi alergi berat. Perlu segera dilakukan penanganan kegawatdarutatan. Bila terlambat, akan menyebabkan koma atau kematian.

  • Gejala

Gejala anafilaksis akibat alergi makanan antara lain :

  • Kesulitan bernapas
  • Rasa seperti tercekik
  • Penurunan tekanan darah
  • Nadi cepat
  • Wajah berwarna kebiruan
  • Gelisah
  • Lemas
  • Penurunan kesadaran, tiba-tiba pingsan dan tidak sadar.


Setiap orang memiliki risiko untuk menderita alergi terhadap sesuatu, namun terdapat factor risiko yang lebih tinggi pada anak yang :

  • Memiliki riwayat alergi di keluarganya.
  • Memiliki alergi lainnya, seperti alergi debu, alergi dingin dan asma.
  • Usia muda. Kebanyakan alergi makanan diderita oleh bayi dan balita, karena system pencernaanya belum sempurna.

 

Pencegaham

Apabila anak Anda menderita alergi makanan, hal-hal berikut ini perlu Anda lakukan untuk mencegah terjadinya reaksi alergi :

  • Hendaknya Anda mengetahui apa yang akan Anda berikan pada si kecil. Selalu baca keterangan pada label pembungkus makanan tentang bahan pembuat/isi makanan tersebut.
  • Beritahu pada orang lain yang akan ikut membantu Anda menjaga anak  Anda, Seperti guru sekolah, tempat penitipan anak, kakek, nenek, serta keluarga yang lain, agar mereka ikut berhati-hati memberikan makanan kepadanya.
  • Jelaskan tentang gejala alergi yang biasa menyerang anak Anda, seperti sesak napas, bengkak di mulut, atau lainnya.
  • Ajarkan juga pada pengasuh atau orang lain yang sering berinteraksi dengan anak Anda mengenai cara penanganan bila si kecil mulai merasakan/menampakkan gejala alergi. Apakah cukup hanya dengan memberikan obat antialergi atau harus segera dilakukan cara penyelamatan lain, seperti penyuntikan obat.

 

Pengobatan

Bila si kecil telah terlanjur memakan makanan yang memicu alergi, berikan dia obat antihistamin atau suntikan epinefrin.
Bila hal ini baru terjadi pertama kali, segera bawa si kecil ke dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk melihat ada tidaknya reaksi yang dapat membahayakan nyawanya.
Konsultasikan dengan dokter tentang jenis obat dan cara penyuntikan obat injeksi bila diperlukan, serta dosisnya.

Artikel Terkait

ana solo