Anak Anda Masih Suka Ngompol? Atasi Dengan Cara Alami Ini

Hasil gambar untuk Anak Anda Masih Suka Ngompol

Sebagian besar kasus ngompol pada anak dapat sembuh dengan sendirinya ketika usia anak mencapai 10 – 15 tahun. Hanya sekira 1 dari 100 anak yang masih tetap ngompol setelah usia 15 tahun. Bila diabaikan, hal ini akan berpengaruh bagi anak. Biasanya, anak menjadi tak percaya diri, rendah diri, malu, dan hubungan sosial dengan teman-temannya pun terganggu.

Dalam dunia kedokteran, ngompol-tidak dapat menahan keluarnya air kencing dikenal dengan istilah enuresis. Lebih khusus lagi, ngompol yang terjadi ketika tidur pada malam hari biasa disebut nocturnal enuresis. Ngompol masih dianggap normal bila terjadi pada anak balita. Namun, jika anak di atas usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, setidaknya 2 kali dalam sebulan, hal ini perlu mendapat perhatian khusus.

Menurut penelitian, gejala ngompol terjadi pada 1 dari 3 anak berusia 4 tahun dengan jumlah paling banyak adalah anak laki-laki. Ngompol juga lumrah dialami oleh anak-anak usia pra sekolah, karenanya masih ada 10 persen dari jumlah anak-anak usia 6 tahun yang masih belum dapat lepas dari kebiasaan ngompol.

Untuk seseorang yang sudah memiliki momongan (anak), maka dia sudah disebut sebagai orang tua, dimana orang tua yang memiliki tanggungan anak dipundaknya, yang menjadi tanggung jawabnya yang sangat besar. Maka orang tua dituntut untuk memiliki tinggi kesabaran yang tinggi, dibandingkan dirinya dengan sebelum dirinya menjadi orang tua. Salah satu hal yang membuat orang tua harus bersabar terhadap anak adalah masalah mengompol ini.

Penyebab Anak Masih Mengompol

Beberapa penyebab anak masih mengompol, yaitu:

  1. Faktor Keturunan.

    Bila salah satu dari Anda mengalami masalah ngompol saat kecil, maka 40% kemungkinan si kecil  akan mengalami  masalah yang sama. Bila Anda berdua sama-sama pernah mengalami masalah mengompol, maka 70% kemungkinan si kecil pun akan mengalami masalah mengompol.

  2. Masalah Psikologis.

    Beberapa anak ngompol, ternyata mengalami ketakutan, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah atau rumahnya. Sebagian lainnya, mengalami rasa tidak bahagia karena kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, antara lain karena bersaing dengan adiknya yang baru lahir atau masih bayi.

  3. Volume Air Kemih Yang Diproduksi.

    Pada beberapa anak, volume kemih yang diproduksi pada malam hari cukup banyak, sehingga kandung kemihnya penuh. Sedangkan pada beberapa anak lainnya, volume air kemih yang diproduksi malam hari hanya setengah dari produksi pada siang hari, sehingga kandung kemihnya tidak terlalu penuh.

  4. Tidur Terlalu Nyenyak.

    Pada sebagian anak yang mengompol, orang tuanya mengeluhkan anak mereka kalau tidur sangat sulit untuk dibangunkan. Ini merupakan salah satu ciri khas pada anak-anak yang mengalami gangguan mengompol.

  5. Gangguan Pernapasan.

    Dari  hasil riset yang dilaporkan New Scientist disebutkan anak-anak yang menderita gangguan pernapasan akibat kelainan bentuk pada langit-langit rongga mulutnya, mengalami masalah mengompol.

  6. Infeksi Saluran Kemih.

    Penyakit infeksi ini agak susah diketahui karena bisa tidak bergejala. Kalaupun ada, gejalanya rasa ingin buang air kecil, demam ringan, nyeri, dan rasa seperti terbakar pada saluran kemih atau ginjal.

  7. Gangguan Hormon ADH.

    Hormon ADH (antidiuretic hormone) yang berfungsi memberitahu ginjal untuk mengurangi jumlah urin yang diproduksi. Beberapa orang menghasilkan hormon ADH yang tidak tepat di malam hari sehingga produksi urin tetap tinggi. Atau bisa juga produksi hormon ADH yang cukup tapi tidak direspon oleh ginjal sehingga terus menghasilkan jumlah urin yang sama seperti siang hari.

  8. Kandung Kemih Yang Lebih Kecil.

    Umumnya kapasitas dari kandung kemih penderita nocturnal enuresis untuk menampung urin lebih kecil dibanding dengan orang yang tidak mengompol. Jika jumlahnya melebihi kapasitas dan tidak mampu menahan, menyebabkan otot-otot pada kandung kemih tegang yang kemudian menyebabkan buang air kecil berlebih.

Ramuan Alami Untuk Mengatasi Kebiasaan Mengompol Anak

  • Buah Jamblang.

    Ambil 8 buah biji buah juwet/duwet/jamblang dan garam secukupnya, kemudian bungkus buah jewel dan garam tersebut dengan daun pisang, tanak atau kukus sampai airnya mendidih. Saat menjelang tidur berikan buah jambang tersebut kepada anak kita yang mengalami ngombol. Niscaya anak kita tidak akan ngompol lagi.

  • Adas Pulasari.

    Siapkan 4 buah adas pulasari, 7 biji buah juwet/duwet/jamblang (potong kecil-kecil) dan sepotong gula jawa. Cara mengolahnya, rebuslah bahan-bahan ramuan tersebut dengan air kira-kira dua cangkir sampai mendidih. Setelah dingin berikanlah kepada anak yang mempunyai kebiasaan mengompol, dengan dosis setengah cangkir menjelang tidur, lakukan dengan rutin hingga 3-4 hari berturut-turut.

  • Biji Kucai.

    Ambil 10 gram biji kucai + 5 butir ginkgo biloba (dipecahkan kulitnya lalu ambit isinya, disangrai dengan air garam sampai kekuningan), direbus dengan 300 cc air hingga tersisa 150 cc. Airnya diminum saat hangat-hangat kuku.

  • Rosa Multifona thumb.

    Ambil 30 gram akar tumbuhan Rosa multifona Thumb dimasak dengan daging sapi has sampai dagingnya matang. Air hasil rebusannya diminumkan kepada anak dan dagingnya juga diberikan untuk dimakan.

  • Telur Ayam Kampung.

    Ambil sebutir telur ayam kampung segar, lalu lubangi salah satu ujungnya dan masukkan 7 butir lada ke dalamnya. Tutup lubang tadi dan rebus atau kukus sampai matang. Berikan pada anak yang suka ngompol.

  • Tulang Cumi.

    Ambil 10 gram tulang cumi dan 5 butir ginkgo biloba (dipecahkan kulitnya lalu ambil isinya), keduanya disangrai dengan air garam secara terpisah lalu sisihkan. Tambahkan 2 butir cengkeh + 1/2 jari kayu manis + 5 butir angco (kurma Tiongkok), semua bahan direbus dengan 300 cc air hingga tersisa 150 cc. Diminum saat hangat-hangat kuku.

Pilih salah satu resep ramuan di atas, setiap formula digunakan untuk 2 kali proses perebusan (kecuali ramuan telur ayam kampong). Hasil rebusan dapat diminum saat pagi sesudah makan dan malam hari sebelum tidur. Semoga resep ramuan alami di atas berhasil dan bermanfaat untuk mengatasi kebiasaan mengompol anak Anda.

 

Madu Stop Ngompol Al Waliy

Madu Stop Ngompol Al Waliy

Berkhasiat untuk membantu: meringankan perawatan penyakit keluhan yang berhubungan pada saluran kemih yang terjadi pada anak antara lain: Ngompol, Hernia & Gangguan prostad (Biidznillah).

Salam Sehat

 

Pusat Grosir Herbal Yaa di  ISTANA HERBAL

Kini orderan bisa dikirim melalui GoSend

Atau Kunjungi toko kami "Istana Herbal" di : 

  • Istana Herbal Solo

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums / Telp : 081393930088

  • Istana Herbal Yogyakarta

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM / Telp : 087838231155

  • Istana Herbal Malang. 

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang / Telp: 087753373281

  • Istana Herbal Jakarta. 

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen. / Telp : 081908427320

 

Pelayanan Kami :
Kami akan selalu siap melayani Anda
Email : istana.herbal.it@gmailcom
Order respon cepat whatsApp : 081393930088
Telp : (0271) 7451424

Artikel Terkait

online istana solo