Penyebab dan Gejala Kanker Vulva

Hasil gambar untuk kanker vulva gejalaKanker vulva terjadi pada permukan organ vital wanita. Kanker jenis ini biasanya merupakan bentuk kanker sekunder dari hasi metastatis kanker dari organ lain seperti kanker serviks. Kanker vulva dikatakan sebagai hasil pada pengembangan dari mutasi gen yang terjadi pada sel-sel pembentukan vulva. Mutasi gen ini mengubah DNA yang ada dan membentuk perilaku sel yang abnormal. Wajarnya sel akan mati setelah sekitar 120 hari dan akan diganti dengan sel yang baru. Namun sel ini tidak lekas mati dan pertumbuhannya terus berkembang tanpa bisa dikendalikan. Sel ini bersifat merusak tubuh dan akan terus menyerang sel sehat disekitarnya dan menyebabkan kematian sel serta inflamasi sel.

Pnyebab Kanker Vulva

Penyebab pasti kanker vulva sampai sat ini masih belum dapat diketahui. Namun beberapa pakar telah mengemukakan pendapat tentang beberapa penyebab kanker vulva secara umum. Berikut adalah beberapa factor yang memicu terjadinya kanker vulva:

Masalah Toksinitas

Endapan toksin atau racun dalam darah memberi efek buruk bagi tubuh, termasuk membentuk kondisi karsinogen yang bisa berbahaya. kondisi karsinogen akan membuat sel kanker nyaman untuk berkembang biak dalm tubuh. Seseorang yang terindikasi sering merokok, minum alcohol, ataupun bahn pengawet makanan dan minuman akan lebih mudah terserang kanker daripada yang tidak mengonsumsinya.

Mengalami Masalah HPV Pada Organ Intim

Serangan HPV pada organ kewanitan menyebabkan kondisi tubuh lebih rentan terhadap risiko menderita kanker vulva. Kondisi tersebut terjadi karena HPV memicu pertumbuhan kista dalam organ kewanitaan (serviks) yang terus berkembang tak terkendali bahkan sampai tumbuh mendekati daerah vulva. Selain itu, HPV juga menurunkan imunitas sehngga menyebabkan tubuh sulit  membentuk antigen sebagai perlawanan alami terhadap mutasi gen dan pembentuka kanker.

Terinfeksi HIV

Virus yang menjadi penyebab penyakit AIDS ini juga merupakan seragan telak bagi sistem daya tahan tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan diserang oleh virus HIV sehingga tubuh lebih mudah terkena infeksi, mudah membentuk kista dan polip. Selain itu HIV juga sanggup membuat sistem imun tidak dapat membentuk antigen alami.

Memiliki Kondisi Pra Kanker

Beberapa kasus seperti inflamasi serius pada area vagina, pembentukan kista serta polip pada area dinding vagina dan keputihan serius karena serangan bakteri dan jamur bisa menyebabkan kondisi pra kanker. Bila tidak segera ditangani dan terus diabaikan maka seseorang akn mengalami kanker di daerah sekitar ini termasuk kanker vulva.

Masalah Kulit Vulva

Sejumlah kasus penyakit kulit bisa muncul pada area kulit luar vulva. Kondisi ini bisa menyebabkan iritasi yang bila diabaikan mungkin meningkatkan risiko kanker vulva.

Faktor Usia

Para ahli menyebutkan kanker vulva banyak dierita oleh orang lanjut usia dibandingkan mereka yang masih muda. Terutama mereka yang memiliki usia 65 tahun ke atas. Sehingga anda yang berusia tersebut perlu waspada karena memiliki risiko terkena kanker vulva yang jauh lebih besar.

 

Gejala Kanker Vulva

Gejala kanker vulva cenderung lebi mudah dikenali daripada penyakit kanker lain karena posisinya yang cukup dekat dengan permukaan dan bisa dilihat oleh mata tanpa perlu menggunakan alat bantu. Tubuh dapat dengan mudah merasakan gejalanya secara konstan an terus menerus sehingga tetap terasa tidak nyaman meski sudah beberapa kali diatasi. Beberap gejala kanker vulva itu antara lain:

  • Rasa gatal yang berlebihan di area bibir vagina dan terjadi terus menerus.
  • Iritasi berat pada daerah sekitar vagina sehingga enyebabkan nyeri dan linu pada area tersebut.
  • Adanay pendarahan dari dinding dalm vagina dan bukan pada area vagina.
  • Dinding dalam vagina dan kulit luar bibr vagina berwarna aneh, tidak seprti biasanya.
  • Muncul benjolan kadang terlihat dan terasa jelas karena timbul di permukan kulit.
  • Bentuk kanker kadang sperti benjolan tetapi, kebanyakan berupa luka terbuka pada area vulva.
  • Klitoris atau lambia membengkak
  • Muncul rasa perih ketika buang air kecil atau ketika melakukan hubungan badan
  • Muncul keputihan hebat dengan aroma yang tajam, kadang berwanra kemerahan atau kekuningan pekat.

Pengobatan kanker vulva

Pengobatan kanker vulva secara medis dapat dikakukan dengan tindakan pembedahan dan pengangkatan jaringan kanker. Cara ini dinilai sebagai cara paling efektif meningkirkan pembentukan sel kanker dari metode lain, kaena posisinya berada di daerah luar. Selain itu, pasien juga dapat menjalani berbagai terapi alternative sebagai tindakan tambahan untuk memperkecil ukuran kanker.

Artikel Terkait

Karyawan baru Istana