Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Related image

Merokok sudah merupakan hal yang biasa kita jumpai dimana-mana di dunia. Kebiasaan ini sudah begitu luas dilakukan baik dalam lingkungan berpendidikan tinggi maupun berpendidikan rendah. Merokok sudah menjadi masalah yang kompleks yang menyangkut aspek psikologis dan gejala sosial.

Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Gigi Dan Mulut seharusnya merupakan sesuatu yang wajib kita cermati dan pahami. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr Zainal Abidin, M Kes mengatakan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia semakin lama semakin meningkat.

Banyak penelitian dilakukan dan malah disadari bahwa merokok mengganggu kesehatan tubuh. Tetapi untuk menghentikan kegiatan ini sangat sulit. Merokok terutama dapat menimbulkan penyakit kardiovaskuler dan kanker, baik kanker paru-paru, oesophagus, laryng, dan rongga mulut. Kanker di dalam rongga mulut biasanya dimulai dengan adanya iritasi dari produk-produk rokok yang dibakar dan diisap. Iritasi ini menimbulkan lesi putih yang tidak sakit.

Selain itu merokok juga dapat menimbulkan kelainan-kelainan rongga mulut misalnya pada lidah, gusi, mukosa mulut, gigi dan langit-langit yang berupa stomatitis nikotina dan infeksi jamur. Asap rokok mengandung komponen-komponen dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Banyaknya komponen tergantung pada tipe tembakau, temperatur pembakaran, panjang rokok, porositas kertas pembungkus, bumbu rokok serta ada tidaknya filter.

Di bawah ini Anda dapat mempelajari beberapa efek buruk yang akan Anda terima jika Ada merokok :

  • Memicu Kanker Rongga Mulut.

    Resiko terparah seorang perokok aktif terkait masalah kesehatan mulut dan gigi adalah penyakit kanker rongga mulut. Berdasarkan penelitian yang ada bahwa perokok aktif memilki resiko lebih besar atau enam kali lebih besar terkena penyakit rongga mulut daripada orang yang tidak merokok. Ini terjadi karena dalam satu batang rokok terkandung materi-materi berbahaya yang terdiri dari bahan kimi berbahaya yang jumlahnya ribuan.

  • Gigi Sensitive.

    Aktivitas merokok bisa meningkatkan sensitivitas gigi. Hal ini terjadi karena aktivitas merokok bisa menimbulkan penurunan gusi atau istilah kedokterannya adalahreceeding gums.

  • Timbul Plak Gigi.

    Mudahnya timbul plak atau yang dikenal dengan tartar. Tartar ini adalah endapan materi berisi bakteri yang menempel pada gigi anda. Jika anda tidak terlalu peduli dengan plak yang terdeposit terlalu lama akan membahayakan kesehatan jaringan gigi anda dan bisa menyebabkan penyakit yang disebut periodontitis.

  • Berubahnya Warna Gigi.

    Bahasa kedokteran modern menyebutkan bahwa perubahan warna gigi disebut dengan istilah staining. Hal yang akan dialami oleh para perokok  pasis terkait pada estetika giginya adalah kecenderungan berubah warna menjadi agak kekuning-kuningan.

  • Bau Mulut Yang Tidak Sedap.

    Bau mulut wajar dirasakan oleh para penggiat rokok. Secara medis bau mulut pada perokok memiliki istilah halitosis. Permasalahan ini tidak  bisa diatasi hanya dengan menyikat atau berkumur saja tetapi anda harus menjauhi rokok itu sendiri.

  • Pengaruh Terhadap Lidah.

    Pada perokok berat, merokok menyebabkan rangsangan pada papilafiliformis (tonjolan/juntai pada lidah bagian atas) sehingga menjadi lebih panjang (hipertropi). Disini hasil pembakaran rokok yang berwarna hitam kecoklatan mudah dideposit, sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit, asin, dan manis, karena rusaknya ujung sensoris dari alat perasa (tastebuds).

  • Pengaruh Terhadap Gusi.

    Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang bukan perokok. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gingivitis atau gusi berdarah. Disamping itu hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit.

  • Penebalan Mukosa.

    Merokok merupakan salah satu faktor penyebab Leukoplakia yaitu suatu bercak putih atau plak pada mukosa mulut yang tidak dapat dihapus. Hal ini bisa dijumpai pada usia 30-70 tahun yang mayoritas penderitanya pria terutama yang perokok. Menurut penelitian Silverman dari semua kasus Leukoplakia 95% adalah perokok.

Biasakan memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali, meskipun tidak mengalami keluhan. Dan yang paling penting adalah kemauan yang keras untuk menghilangkan kebiasaan merokok, jika perlu konsultasi dengan dokter. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kesehatan tubuh kita.

 

Herbal Kesehatan Gigi (Orodent)

Kini tersedia obat herbal ORODENT yang terbuat dari bahan alami yang sangat baik untuk penyembuhkan sakit gigi. 

Salam Sehat

 

Pusat Grosir Herbal Yaa di  ISTANA HERBAL

Kini orderan bisa dikirim melalui GoSend

Atau Kunjungi toko kami "Istana Herbal" di : 

  • Istana Herbal Solo

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums / Telp : 081393930088

  • Istana Herbal Yogyakarta

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM / Telp : 087838231155

  • Istana Herbal Malang

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang / Telp: 087753373281

  • Istana Herbal Jakarta

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen. / Telp : 081908427320

 

Pelayanan Kami :
Kami akan selalu siap melayani Anda
Email : istana.herbal.it@gmailcom
Order respon cepat whatsApp : 081393930088
Telp : (0271) 7451424

Artikel Terkait

  • Mengobati Gigi Berlubang Malang

    Sakit gigi yaitu rasa nyeri pada gigi. Sakit gigi disebabkan oleh berbagai masalah pada gigi dan rahang, seperti kari...

  • Penyakit Radang Gusi

    Radang gusi atau gingivitis adalah bentuk yang sangat umum dan ringan dari penyakit gusi. Radang gusi pada dasarnya a...

  • Cara Merawat Gigi

    Gigi merupakan bagian dari tubuh yang berfungsi untuk menghaluskan makanan agar nantinya dapat dicerna dengan mudah o...

online istana solo