Kenali Jenis Penyakit Sindrom Metabolik

Gambar terkait

Sindrom metabolik adalah istilah kedokteran untuk menggambarkan kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan obesitas, yang dialami secara bersamaan. Karena itu, seseorang tidak dianggap mengalami sindrom ini apabila hanya menderita salah satu kondisi tersebut.

Mungkin istilah sindrom metabolik masih belum familiar di kalangan masyarakat kita. Patut diketahui bahwa sindrom metabolik itu merupakan kumpulan dari beragam gangguan metabolisme penyebab berbagai penyakit kardiovaskuler yang mematikan.

Pada orang yang menderita sindrom metabolik ini, mayoritas pasiennya baru mengetahui kondisi yang dialaminya pasca adanya keluhan. Mereka tak menyadari bahwa kondisi semacam itu bisa dikatakan sudah terlambat karena sudah ada organ yang terganggu atau rusak.

Lalu, kondisi seperti apa yang bisa dikatakan seseorang mengalami sindrom metabolik? Simak ulasan di bawah ini.

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah di arteri terlalu tinggi. Tekanan darah tinggi akan merusak pembuluh darah. Jika tekanan darah tinggi berlangsung dalam jangka waktu yang lama, pembuluh darah akan menebal dan menjadi kurang fleksibel. Hal ini disebut dengan aterosklerosis dan dapat mempengaruhi arteri yang memberikan darah ke jantung. Faktor resiko sindrom metabolik adalah ketika tekanan darah lebih dari 130/85 mmHg.

Kolesterol Tidak Normal

Kolesterol dapat diproduksi oleh hati atau dapat juga berasal dari makanan yang dimakan. Terdapat jenis kolesterol baik dan kolesterol jahat. Terlalu banyak kolesterol jahat (trigliserida dan LDL) dan kurang kolesterol baik (HDL) dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Trigliserida dan kadar HDL merupakan indikator penting sindrom metabolik.

Gula Darah Tinggi

Gula ialah sumber kalori dan energi bagi tubuh. Normalnya, gula yang dikonsumsi akan dikeluarkan dari darah dan disimpan sebagai energi. Jika gula tetap berada dalam darah akan menyebabkan kondisi kadar gula darah tinggi.

Glukosa dalam darah akan mencapai seluruh organ tubuh dan sistem seperti arteri jantung dan vena, ginjal, dan sistem saraf. Seseorang dengan kadar gula darah tinggi memiliki resiko beberapa penyakit seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, dan amputasi. Kadar gula darah tinggi seringkali berkembang menjadi penyakit diabetes melitus tipe 2. Dan faktor sindrom metabolik adalah ketika kadar gula darah puasa di atas 110 mg/dL. 

Obesitas

Salah satu indikasi sindrom metabolik yaitu obesitas sentral berupa kegemukan di sekitar perut. Seseorang didiagnosis mengalami kegemukan jika berat badannya adalah lebih atau sama dengan 20% berat badan idealnya. Kegemukan menyebabkan resistensi insulin yaitu ketidakmampuan untuk merespon insulin secara normal.

Trigliserida Tinggi

Kadar trigliserida tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan penimbunan lemak di arteri yang disebut dengan plak yang menyebabkan darah yang mengandung oksigen sulit untuk mencapai jantung. Kadar trigliserida tinggi yakni lebih dari 150 mg/dl meningkatkan resiko serangan jantung. 

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Metabolik

Penyebab utama sindrom metabolik adalah berat badan yang berlebihan dan pola hidup yang kurang aktif. Kondisi ini juga berhubungan dengan kecenderungan munculnya resistensi insulin pada beberapa orang.

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Faktor Usia. Risiko terjadinya sindrom metabolik akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Komplikasi Diabetes. Jika pernah mengalami diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan) atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe2, risiko seseorang untuk terkena sindrom metabolik juga akan meningkat.
  • Penyakit lain, contohnya sindrom ovarium polikistik.

Diagnosis Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik sangat jarang menyebabkan gejala yang mengganggu. Satu-satunya indikasi fisik yang dapat terlihat adalah ukuran lingkar pinggang yang melebihi batas normal. Dalam mendiagnosis sindrom ini, dibutuhkan serangkaian pemeriksaan yang umumnya meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, serta pemeriksaan darah guna mendeteksi kadar gula darah sekaligus kolesterol pasien.

Seseorang yang mengalami sindrom metabolik dan tidak ditangani dengan benar, akan beresiko mengalami penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes melitus.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sindrom metabolik sangat erat dengan metabolisme individu atau bagaimana tubuh memproses makanan. Secara normal, makanan diserap tubuh ke aliran darah dalam bentuk gula dan substansi dasar lainnya. Ketika kadar gula darah meningkat, pankreas melepaskan hormon insulin. Insulin berada di sel tubuh yang menyebabkan glukosa masuk dan digunakan untuk energi.

Salam Sehat

 

Pusat Grosir Herbal Yaa di  ISTANA HERBAL

Kini orderan bisa dikirim melalui GoSend

Atau Kunjungi toko kami "Istana Herbal" di : 

  • Istana Herbal Solo. 

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums / Telp : 081393930088

  • Istana Herbal Yogyakarta. 

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM / Telp : 087838231155

  • Istana Herbal Malang. 

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang / Telp: 087753373281

  • Istana Herbal Jakarta. 

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen. / Telp : 081908427320

 

Pelayanan Kami :
Kami akan selalu siap melayani Anda
Email : istana.herbal.it@gmailcom
Order respon cepat whatsApp : 081393930088
Telp : (0271) 7451424
online istana solo