Manfaat Tanaman Sambung Nyawa

Gambar terkait

Tanaman Gynura Procombus berbentuk perdu tegak bila masih muda dan dapat merambat setelah cukup tua. Bila daunnya diremas bau aromatis. Batangnya segiempat beruas-ruas, panjang ruas dari pangkal ke ujung semakin pendek, ruas berwarna hijau dengan bercak ungu. Daun tunggal bentuk elips memanjang atau bulat telur terbalik tersebar, tepi daun bertoreh dan berambut halus. Tangkai daun panjang ½-3 ½ cm, helainan daun panjang 3 ½ -12 ½ cm dengan lebar 1-5 ½ cm. helaian daun bagian atas berwarna hijau dan bagian bawah berwarna hijau muda dan mengkilat. Kedua permukaan daun berambut pendek. Tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan daun bagian bawah. Pada tiap pangkal ruas terdapat tunas kecil berwarna hijau kekuningan. Tumbuhan ini mempunyai bunga bongkol, di dalam bongkol terdapat bunga tabung berwarna kuning orange cokelat kemerahan panjang 1- 1 ½ cm, berbau tidak enak. Tiap tangkai daun dan helai daunnya mempunyai banyak sel kelenjar minyak. (ahli-simpulkan sendiri)

Tanaman ini berasal dari daerah afrika yang beriklim tropis menyebar ke sri langka, Sumatra,dan jawa. Tumbuh liar di pekarangan, lading, atau ditanam orang untuk obat-obatan. Tumbuh sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut. (pramono,1995)

Daun gynura procumbens oleh sebagian masyarakat Indonesia digunakan sebagai obat kanker kandungan, payudara, dan kanker darah dengan memakan 3 lembar daun segar sehari selama 7 hari. pengobatan tersebut dapat diperpanjang selama 1-3 bulan tergantung  dari keadaan penyakit (meiyanto, 1996). Tumbuhan ini dilaporkan dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit ginjal (heyne, 1987). Selain itu Gynura Procombus juga dimanfaatkan sebagai antikoagulan, mencairkan pembekuan daah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun, khusus bagian daunnya dapat digunakan untuk mengobati pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, luka terpukul, melancarkan sirkulasi (Wijayakusuma et al, 1992). Manfaat lain dari bagian daun tanaman ini dilaporkan oleh Dalimartha (1999) dapat ntuk mengatasi bat ginal, radang mata, sakit gigi, rematik sendi, pendarhan kandungan, kencingmanis (diabetes mellitus), darah tiggi (hipertensi), ganglion, kista, tumor, memar. Berikut cara pemanfaatan daun sambung nyawa untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, darh tinggi, dan lainnya yang diperoleh dari berbagai sumber.

  1. Diabetes mellitus

Siapkan 7 lembar daun sambung nyawa yang masih segar. Cuci dan bilas dengan air matang. Makan daun sambung nyawa tadi sebagai lalap mentah bersama dengan nasi. Lakukan dua kali sehari masin-masing 7 lembar daun.

  1. Darah tinggi

Siapkan 4 lembar daun sambung nyawa. Cuci bersih kemudian dimakan sehari sekali sebagai lalapan. Bisa uga ditumis atau dikukus sebentar seelum dimakan atau dibuat jus. Lakukan hal ini dengan rutin.

  1. Radang pita tengorokan da sinusitis

Siapkan 4 lembar daun sambung nyawa buat anak-anak atau 7 lembar untuk dewasa. Cuci lalu dimakan mentah atau dinikmati dengan dibuat jus. Lakukan sehari sekali.

  1. Tumor

Makan 3 lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan setiap hari. jangan lupa dicuci bersih. Lakukan secara teratur setiap kali makan nasi. Pantangannya : ikan asin, cabai, tauge, tape, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkeng, nangka, es, alcohol, limun, dan vetsin.

  1. Lever

Gunakan 3 lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan bersama nasi setiap hari. lakukan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Hendaknya berpantang makanan berlemak.

  1. Kolesterol tinggi

Gunakan 3 lembar daun sambung nyawa segar untuk dibuat jus atau dimakan sebagai lalapan. Lakukan setiap hari secara teratur.

  1. Ambeien

Gunakan 3 lembar daun sambungnyawa sebagai lalapan. Lakukan setiap hari secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan pantangan daging kambing dan makanan pedas.

  1. Maag

Cuci bersih 3 lembar daun sambung nyawa mentah segar kemudian dimakan sebagai lalapan setiap hari. lakukan secara teratur. Pantangan: makanan pedas dan asam.

  1. Eksim

Siapkan bahan berupa 7 lembar daun sambung nyawa, asam 10 gram, 5 jari rimpang temulawak, gula jawa 20 gram, segenggam sambiloto. Rebus semua bahan dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga separuhnya. Kemudian saring dan minum sekaligus. Ulangi setiap hari selama 5 hari berturut-turut untuk dapat merasakan hasilnya.

  1. Bisul

Tumbuk beberapa lembar daun sambung nyawa, adas pulosari, dan kapur sirih hingga halus. Kemudian oleskan atau balurkan pada bisul.

  1. Tetanus

Siapkan bahan berupa 5 lembar daun sambung nyawa, asam trengguli 3 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang bangle setengah jari, daun sambung nyawa 10 lembar, gula enau 3 jari. Semua bahan potong-potong dan direbus dengan air sebanyak 4 gelas hingga mendidih dan tersisa 3 gelas. Dinginkan dan saring. Kemudian minum 3 kali sehari atau sebanyak satu gelas.

 

Artikel Terkait

Karyawan baru Istana