Para Bunda Perlu Tahu!! Cara Mengatasi Sariawan Pada Bayi

Bila bayi Anda tiba-tiba tidak mau minum atau menolak disusui, bisa jadi ada sariawan di rongga mulutnya. Mungkin Anda pernah punya pengalaman saat si kecil menolak makanan. Atau bahkan tidak mau makan sama sekali padahal biasanya lahap. Ini bisa terjadi karena anak tidak suka dengan makanan yang disuguhkan atau bosan dengan menu yang itu-itu saja.

Faktor lain yang membuat si kecil tidak suka makan atau menolak makanan yang Anda berikan adalah sariawan di mulutnya. Sariawan pada bayi sering ditandai dengan bercak putih pada lidah bayi, gusi dan bagian bibir. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang berusia lebih dari 2 bulan dan juga lebih tua dari itu. Umumnya ketika hal ini terjadi maka bayi tidak mau minum ASI atau susu dalam botol.

Saat bayi mengalami sariawan di rongga mulutnya, ia akan terlihat tidak nyaman dan bayi akan terus menerus menangis karena tidak bisa minum ASI atau susu dengan nyaman. Bintik putih kecil ini disebut sariawan dan sering menyebabkan bayi merasa sakit saat minum susu. Umumnya sariawan pada bayi akan sembuh sendiri dan biasanya akan terjadi dalam waktu yang singkat.

Apa yang Menyebabkan Sariawan pada Bayi?

Sariawan dapat tumbuh di mulut pada bayi yang menyusu. Sariawan tumbuh dengan baik di tempat yang hangat, lembab, dan manis, seperti kondisi mulut bayi Anda selama menyusu. Dari mulut bayi Anda, kemudian jamur yang menyebabkan sariawan dapat menyebar ke puting susu Anda. Jadi, sariawan pada mulut bayi Anda dapat berpindah ke puting Anda, dan begitu juga sebaliknya dari puting Anda ke mulut bayi Anda.

Sariawan dapat menyebar dengan mudah jika puting Anda sudah lecet atau jika bayi Anda tidak menempel dengan baik. Jika sudah terjadi sariawan pada mulut bayi atau pada puting Anda, sebaiknya segera obati agar infeksi jamur tidak menyebar.

Sariawan sebenarnya jarang terjadi pada bayi, khususnya bayi berusia 10 bulan ke bawah. Namun tidak menutup kemungkinan bayi Anda mengalaminya. Meski penyebabnya belum bisa dipastikan, namun ada beberapa hal yang mungkin menjadi pemicu timbulnya sariawan pada bayi. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan sariawan pada bayi yaitu:

  • Trauma pada mulut. Trauma bisa terjadi akibat si kecil tidak sengaja mengigitlidah atau bagian dalam bibirnya. Gigitan itu kemudian bisa berubah menjadi sariawan.
  • Alergi makanan.
  • Terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan yang asam seperti jeruk dan tomat.
  • Kekurangan vitamin tertentu seperti asam folat, zinc, dan B12.
  • Terinfeksi virus.
  • Keturunan.

Gejala Bayi Yang Sedang Sariawan

Anda mungkin tidak bisa langsung menyadari bahwa bayi Anda sedang sariawan. Namun, Anda bisa melihat gejala-gejala yang ditunjukkan bayi yang sedang sariawan, seperti:

  • Bintik putih atau luka kecil pada lidah, gusi, langit-langit mulut atau bagian dalam pipi.
  • Bayi menjadi gelisah saat makan.
  • Bayi mungkin juga tidak ingin menyusu pada payudara Anda karena mulutnya sakit
  • Warna bibir menjadi pucat.
  • Bayi mengalami ruam popok.

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Sariawan Pada Bayi?

Sariawan sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya sekitar 7-21 hari, sementara rasa sakitnya bisa berlangsung hingga satu setengah minggu.  Namun jangan menunggunya hilang tanpa pengobatan begitu saja. Karena jika terlalu lama menunggu sampai sembuh sendiri, bayi akan merasa tersiksa karena tidak bisa minum ASI, susu, atau makan. Anda bisa melakukan beberapa cara ini untuk mengatasi sariawan pada bayi:

  1. Beri Obat Anti Jamur Mikonazol.

    Obat anti jamur mikonazol sering diresepkan oleh dokter untuk menyembuhkan sariawan pada bayi yang disebabkan oleh infeksi jamur. Obat yang berbentuk gel ini sangat ringan dan bisa digunakan oleh semua usia bayi. Meskipun beberapa dokter mungkin tidak akan meresepkan obat ini untuk bayi berusia kurang dari 4 bulan. Mikonazol diberikan dengan cara mengoleskan gel secara langsung ke bagian sariawan. Untuk menghindari infeksi maka cuci bersih jari Anda sebelum memberikan obat untuk bayi.

  2. Nistatin (Untuk oral thrush).

    Untuk bayi yang terkena infeksi jamur yang sering menyebabkan bercak putih pada mulut dan lidah, maka orang tua bisa memberikan obat nistatin. Obat ini bisa melawan reaksi jamur dan mematikan perkembangan jamur penyebab sariawan pada bayi. Obat ini berbentuk tetes atau cairan sehingga harus diberikan secara hati-hati agar tidak masuk ke saluran pencernaan. Cara pemberian dilakukan secara langsung ke bagian sariawan dengan pipet. Jika Anda kesulitan maka juga bisa menggunakan obat yang diteteskan ke kapas yang bersih. Kemudian usapkan ringan kapas tersebut ke bagian sariawan. Penggunaan obat ini biasanya atas persetujuan dokter.

  3. Berikan Makanan / Minuman Dingin dan Lembut.

    Untuk bayi yang sudah mendapatkan makanan pendamping ASI, maka ibu bisa memberikan makanan atau minuman yang dingin. Minuman dan makanan harus diolah menjadi makanan yang lembut sehingga mudah ditelan. Rasa sensasi dingin yang masuk lewat mulut membuat sariawan tidak terlalu sakit sehingga bayi tetap bisa makan. Namun pilih jenis makanan yang bersifat lembut seperti jus buah atau kentang tumbuk. Anda juga bisa memberikanmakanan pendukung ASI rumahan terbaik untuk bayi. Jika bayi masih menyusui makan ibu bisa membantu dengan mengkonsumsi makanan untuk memperbanyak ASI.

  4. Kompres Dengan Es Batu.

    Jika bayi sudah berusia lebih dari 1 tahun, maka Anda bisa membantu menghilangkan rasa sakit dengan es batu. Bungkus beberapa buah es batu dengan handuk yang bersih dan lembut. Kemudian tempelkan ke bagian sariawan. Lakukan cara ini dengan lembut dan tidak menekan bagian sariawan. Rasa dingin akan membantu menghilangkan rasa sakit dan membuat sariawan cepat sembuh.

  5. Beri Paracetamol / Ibuprofen.

    Seringkali bayi yang terkena sariawan akan merasa tidak nyaman. Tubuh bayi akan memberikan reaksi panas karena rasa sakit yang tidak nyaman. Untuk mengurangi rasa sakit dan demam maka Anda bisa memberikan paracetamol atau obat ibuprofen yang berbentuk sirup. Pemberian obat ini akan mengurangi rasa sakit akibat sariawan dan bisa membuat bayi istirahat dengan baik. Namun sebaiknya obat diberikan sesuai dosis yang disarankan oleh dokter. Atau agar lebih aman maka lakukancara mengatasi demam pada bayi.

  6. Campuran Soda, Garam dan Air.

    Anda juga bisa membantu meredakan sariawan pada bayi dengan menggunakan bahan campuran terdiri dari soda, garam dan air. Obat tradisional ini akan mengurangi bengkak pada sariawan dan membuat sariawan lebih cepat sembuh. Caranya adalah dengan mencampur setengah sendok teh soda kue, setengah sendok teh garam dan air putih satu gelas. Kemudian rendam beberapa kapas ke dalam air tersebut. Peras dan tempelkan kapas tersebut ke bagian sariawan. Campuran bahan ini bisa membuat sariawan cepat mengecil jika perawatan dilakukan lebih sering. Hati-hati untuk bayi yang berusia kurang dari 6 bulan karena jika tertelan maka bayi bisa terkenabahaya pemberian air putih pada bayi usia 0-6 bulan.

  7. Berikan Cairan.

    Bayi yang terkena sariawan umumnya akan sangat rewel karena tidak bisa makan dengan baik. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah memberikan cairan yang cukup. Berikan cairan seperti ASI atau susu formula. Cairan ini akan menjadi pengganti makanan untuk tubuh dan bisa membuat bayi agar tidak bertambah sakit. Anda bisa membujuk bayi untuk tetap menyusui dengan payudara atau botol susu. Jika bayi sudah menerima makanan atau minuman tambahan, maka berikan jus yang mengandung vitamin C tinggi. Ibu menyusui juga jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda dan kafein. Terlebih untuk program ASI esklusif maka ibu harus menjauhi semuapantangan ibu menyusui.

  8. Oleskan Minyak Kelapa.

    Anda juga bisa menyembuhkan sariawan pada bayi dengan minyak kelapa murni. Minyak kelapa mengandung asam kaprilat yang bisa melawan pertumbuhan jamur dan bakteri pada mulut bayi. Selain itu minyak kelapa juga sangat aman dan tidak memiliki efek samping. Caranya adalah dengan mengoleskan minyak kelapa pada puting payudara jika bayi masih menyusui. Minyak ini juga akan membantu menghilangkan kotoran lemak dalam mulut bayi. Jika bayi menggunakan botol susu,maka oleskan minyak kelapa pada bagian dot botol susu. Anda juga bisa mengoleskan minyak kelapa langsung ke bagian mulut bayi yang terkena sariawan.

  9. Jaga Kebersihan dan Kesehatan Puting Payudara (khusus ibu menyusui).

    Bagi ibu yang masih memberikan ASI eksklusif atau ibu yang masih menyusui, maka sebaiknya menjaga kebersihan puting payudara. Caranya bisa dilakukan dengan menghindari penggunaan bra yang terlalu ketat, hindari pakaian ketat dan tidak bisa menyerap keringat dengan baik. Selain itu selalu mencuci kebersihan puting payudara dan membiarkan terkena udara luar.

Demikianlah artikel sekilas tentang Cara Mengatasi Sariawan Pada Bayi. Semoga bermanfaat untuk Anda para Bunda yang memiliki anak bayi untuk menambah pengetahuan seputar kesehatan bayi.

Salam Sehat

 

Pusat Grosir Herbal Yaa di  ISTANA HERBAL

Kini orderan bisa dikirim melalui GoSend

Atau Kunjungi toko kami "Istana Herbal" di : 

  • Istana Herbal Solo

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums / Telp : 081393930088

  • Istana Herbal Yogyakarta

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM / Telp : 087838231155

  • Istana Herbal Malang

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang / Telp: 087753373281

  • Istana Herbal Jakarta

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen. / Telp : 081908427320

 

Pelayana Kami :
Kami akan selalu siap melayani Anda
Email : istana.herbal.it@gmailcom
Order respon cepat whatsApp : 081393930088
Telp : (0271) 7451424
online istana solo